MENGAPA SEORANG AYAH
HARUS DISIPLIN BANGUN LEBIH AWAL
DAN MENJAGA SUBUHNYA**
Karena seorang ayah bukan hanya pencari nafkah, tapi penentu arah rumah tangga.
Subuh adalah ujian pertama kepemimpinan ayah.
Jika ia kalah oleh kantuk, bagaimana rumah akan kuat oleh iman?
1. Subuh adalah pintu rezeki
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu paginya." (HR. Tirmidzi)
Ayah yang menjaga subuh sedang mengetuk pintu rezeki, bukan hanya untuk dirinya, tapi untuk seluruh rumahnya.
2. Ayah adalah contoh, bukan penuntut
Anak dan istri tidak butuh banyak ceramah. Mereka butuh teladan. Jika ayah bangun lebih awal, wudhu sebelum matahari terbit, dan berdiri di shaf pertama, tanpa berkata apa-apa keluarga akan belajar taat.
3. Subuh menjaga wibawa ayah
Wibawa bukan dari suara keras, tapi dari ketaatan yang konsisten. Ayah yang menjaga subuh akan lebih didengar nasihatnya, lebih dihormati ucapannya, karena hidupnya sejalan dengan imannya.
4. Subuh adalah benteng dari dosa
Banyak maksiat lahir dari malam yang lalai dan pagi yang tertidur. Subuh memutus rantai itu.
Ayah yang bangun pagi sedang menjaga dirinya agar tidak merusak rumahnya sendiri.
5. Subuh menentukan arah rumah
Rumah yang subuhnya hidup jarang sepi dari keberkahan.
Sebaliknya, rumah yang subuhnya mati akan mudah dipenuhi emosi, sempit rezeki, dan jauh dari ketenangan.
⚠️ Ayah, ini bukan soal rajin ibadah.
Ini soal tanggung jawab kepemimpinan.
Jangan berharap anak shalih jika ayahnya kalah oleh selimut.
Jangan menuntut istri taat jika ayah sendiri lalai pada panggilan Allah.








0 komentar:
Post a Comment