CROSSCOL

ISI CROSSCOL

SURYAONE multi solutions

Belajar berUsaha apa saja yang penting BERMANFAAT dan HALAL

SURYA bengkel komputer

Servis komputer/laptop dan Instalasi Jaringan. CP : 08572 555 2740

Mayta collection

Lapak SANDANGAN

DELAPAN solutions

Solusi desain dan cetak

berkualitas dan harga terjangkau

Bu Wiyarti Catering

Melayani pemesanan :

Nasi Tumpeng, Nasi Box, Arem-arem, Kue basah/kering, dll.

FAJAR - Furniture and Building Solutions

Melayani jasa :

Pembangunan/Renovasi Rumah, pembuatan furniture kayu, las listrik.

Tuesday, February 3, 2026

Amanat Pembina Upacara - HP Bisa Pintar, Tapi Kenapa Penggunanya Malas Belajar?

Amanat Pembina Upacara

“HP Bisa Pintar, Tapi Kenapa Penggunanya Malas Belajar?”


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Selamat pagi anak-anakku yang Bapak/Ibu banggakan.

Anak-anakku sekalian, Hari ini kita hidup di zaman yang sangat canggih. Di tangan kalian ada HP yang bisa menjawab hampir semua pertanyaan. Mau cari rumus? Ada. Mau belajar bahasa asing? Ada. Mau lihat pelajaran dari seluruh dunia? Ada semua.


HP kita sudah pintar. Tapi pertanyaannya, apakah penggunanya juga semakin rajin belajar? Justru yang sering kita lihat, HP lebih banyak dipakai untuk main game, scroll video, dan chatting berjam-jam. Waktu habis tanpa terasa, tugas tertunda, buku jarang dibuka. Padahal satu jam menggunakan HP untuk belajar bisa mengubah masa depan kalian.


Anak-anakku,

Teknologi itu seperti pisau. Bisa dipakai memasak, bisa juga melukai. HP bisa membuat kalian pintar, tapi juga bisa membuat kalian malas jika salah digunakan. Orang sukses bukan yang punya HP mahal, tapi yang bisa mengatur waktunya dengan bijak.


Ingatlah, saingan kalian bukan hanya teman di kelas ini, tapi jutaan anak lain yang sedang belajar keras di luar sana. Saat kalian bermain HP tanpa arah, mereka membaca buku, menghafal pelajaran, dan mempersiapkan masa depan.


Mulai hari ini, mari kita ubah kebiasaan: Gunakan HP untuk belajar sebelum hiburan.

Selesaikan tugas sebelum bermain.

Batasi waktu yang tidak bermanfaat.


Kalau HP saja bisa pintar karena diisi aplikasi yang berguna, maka otak kita juga akan pintar jika diisi ilmu setiap hari.


Anak-anakku yang Bapak/Ibu cintai,

Kesuksesan tidak datang dari rebahan sambil scroll, tapi dari usaha kecil yang dilakukan terus-menerus.


Semoga kita semua bisa menjadi generasi yang cerdas, disiplin, dan bijak menggunakan teknologi.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

#amanat #guru #infoguru

Amanat Pembina Upacara - Disiplin Itu Pilihan, Masa Depan Itu Taruhannya

Amanat Pembina Upacara

Tema: Disiplin Itu Pilihan, Masa Depan Itu Taruhannya


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.


Anak-anakku yang saya banggakan,

Hari ini saya ingin menyampaikan satu pesan penting : disiplin bukanlah paksaan, disiplin adalah pilihan.

Tidak ada yang memaksa kalian datang tepat waktu, mengerjakan tugas dengan jujur, atau menaati aturan sekolah. Semua itu adalah pilihan pribadi.


Namun ingat baik-baik,

šŸ‘‰ Setiap pilihan selalu punya konsekuensi.


Ketika kalian memilih disiplin, mungkin terasa berat hari ini: bangun lebih pagi, belajar lebih giat, menahan diri untuk tidak melanggar aturan.

Tetapi percayalah, hasilnya akan kalian petik di masa depan.


Sebaliknya, ketika kalian memilih menunda, melanggar, atau bersikap cuek terhadap aturan, mungkin terasa nyaman sekarang.

Namun perlahan, kebiasaan itu akan menggerogoti masa depan kalian sendiri.


Anak-anakku,

Orang sukses bukanlah orang yang paling pintar, tapi orang yang konsisten menjaga disiplin.

Datang tepat waktu.

Bertanggung jawab atas tugas.

Menghargai guru dan teman.

Itu semua adalah latihan kecil untuk kehidupan besar di luar sana.


Sekolah ini bukan hanya tempat mencari nilai,

tetapi tempat membentuk karakter dan kebiasaan hidup.


Ingat kalimat ini baik-baik:

“Hari ini kamu bebas memilih disiplin atau tidak,

tetapi besok kamu tidak bebas memilih akibatnya.”


Maka, pilihlah disiplin.

Karena masa depan kalian terlalu berharga untuk dipertaruhkan oleh sikap malas dan lalai.


Semoga kita semua diberi kekuatan untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab, berdisiplin, dan berakhlak mulia.


Terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

By : Nur Auliah Uly

Saturday, January 31, 2026

Amanat Pembina Upacara - Filter Lisan, Amankan Masa Depan

Amanat Pembina Upacara

Judul: Filter Lisan, Amankan Masa Depan


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.

Anak-anakku yang Bapak/Ibu banggakan, Hari ini kita akan membahas satu hal kecil yang sering dianggap sepele, tapi dampaknya sangat besar: lisan.

Bayangkan kalian memegang selembar kertas putih, lalu meremasnya hingga kusut. Ketika dibuka kembali, kertas itu tidak akan pernah kembali seperti semula. Bekasnya akan selalu ada. Begitulah kata-kata. Ucapan yang terlanjur keluar, atau tulisan yang sudah diposting, bisa meninggalkan luka di hati orang lain dan jejak digital yang sulit dihapus, meski kita sudah meminta maaf.

Mengapa lisan harus dijaga? Karena lisan adalah identitas paling jujur dari diri kita. Orang yang cerdas mampu mengendalikan ucapannya. Jika yang keluar makian, hinaan, atau hoaks, itu tanda cara berpikir yang bermasalah. Jangan sampai penampilan sudah rapi, tapi lisan masih toxic.

Sering kali kita berdalih, “Cuma bercanda.” Padahal kita tidak pernah tahu seberat apa masalah yang sedang dihadapi orang lain. Satu ejekan kecil bisa menjadi beban besar bagi mental seseorang.

Di era digital, lisan bukan hanya lewat mulut, tetapi juga lewat jempol. Apa yang kalian tulis hari ini akan menjadi jejak di masa depan. Sekolah lanjutan, kampus, bahkan dunia kerja tidak hanya melihat nilai rapor, tetapi juga cara kalian berkomunikasi di dunia digital.

Karena itu, ingat rumus T-H-I-N-K sebelum berbicara atau menulis:

T (True): Apakah ini benar?

H (Helpful): Apakah bermanfaat?

I (Inspiring): Apakah memberi pengaruh positif?

N (Necessary): Apakah perlu disampaikan?

K (Kind): Apakah disampaikan dengan cara yang baik?

Jika tidak lolos rumus ini, lebih baik diam. Diam bukan berarti sedang sakit gigi atau sariawan, tetapi tanda kedewasaan dan pengendalian diri.

Mari jadikan sekolah ini tempat yang aman dan nyaman, di mana kata-kata digunakan untuk menguatkan, bukan menjatuhkan. Gunakan lisan untuk berdoa, belajar, dan menyebarkan kebaikan.

Terima kasih atas perhatiannya. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Friday, January 30, 2026

Amanat Pembina Upacara - Ada Keringat Orang Tua yang Tak Terlihat Demi Masa Depan

Amanat Pembina Upacara

Tema: Ada Keringat Orang Tua yang Tak Terlihat Demi Masa Depan


Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh 

Salam sejahtera buat kita semua 

Anak-anakku yang saya banggakan,

Di balik seragam yang kalian pakai hari ini, ada keringat orang tua yang tidak pernah kalian lihat. Bukan hanya keringat lelah, tetapi juga keringat yang bercampur rasa perih.

Tahukah kalian, saat orang tua mencari nafkah, tidak semuanya dihargai.

Ada yang diremehkan pekerjaannya.

Ada yang dipandang sebelah mata.

Ada yang harus menunduk, menahan kata-kata kasar dan hinaan—bukan karena mereka lemah, tetapi karena mereka ingin anaknya tetap bisa sekolah dan bermimpi.

Mereka menelan rasa malu, demi masa depan kalian.

Mereka memilih diam, agar kalian bisa berdiri lebih tinggi.

Maka sungguh menyedihkan jika keringat dan hinaan itu dibalas dengan kemalasan, pelanggaran, atau sikap tidak hormat di sekolah. Setiap kalian bolos, setiap kalian melawan guru, setiap kalian menyia-nyiakan waktu belajar—di sanalah perjuangan orang tua terasa sia-sia.

Belajarlah dengan sungguh-sungguh.

Berperilakulah dengan baik.

Karena kesuksesan kalian kelak adalah cara paling mulia untuk membalas hinaan yang pernah diterima orang tua.

Semoga Allah SWT mengangkat derajat orang tua kita, mengganti setiap hinaan dengan kemuliaan, dan menjadikan kita anak-anak yang berbakti serta membanggakan.

Aamiin.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 

By : Nur Auliah Uly

Tuesday, January 27, 2026

Tips Menjadi Guru Berwibawa (Tanpa Harus Galak)

Tips Menjadi Guru Berwibawa (Tanpa Harus Galak)



1. Tegas di aturan, lembut di sikap

Wibawa lahir dari konsistensi. Aturan jelas sejak awal, ditegakkan dengan tenang—bukan emosi.

2. Ucapan sejalan dengan tindakan

Kalau guru minta disiplin tapi sering telat, wibawa langsung turun. Murid lebih cepat menilai dari contoh, bukan nasihat.

3. Kuasai kelas, bukan teriak di kelas

Kontrol kelas itu soal strategi: posisi berdiri, kontak mata, jeda bicara. Diam yang tepat kadang lebih “menampar” daripada marah.

4. Adil ke semua murid

Tidak pilih kasih, tidak membeda-bedakan. Murid sangat peka soal keadilan—di sinilah wibawa naik atau runtuh.

5. Tegur perilaku, bukan harga diri

Salah tetap ditegur, tapi jangan merendahkan. Murid yang dihargai justru lebih patuh.

6. Punya batas yang jelas

Ramah boleh, bercanda boleh, tapi tetap ada jarak profesional. Terlalu “akrab” tanpa batas sering bikin murid kurang hormat.

7. Percaya diri dengan peran sebagai guru

Tidak perlu merasa rendah di depan murid. Berdiri sebagai pendidik, bukan minta disukai.

8. Konsisten hari ini, besok, dan seterusnya

Wibawa bukan dibangun sehari. Tapi dari sikap yang sama, terus-menerus.

9. Tenang saat ditekan

Guru yang tidak mudah terpancing emosi justru terlihat lebih kuat di mata murid.

10. Tulus mendidik, bukan sekadar mengajar

Murid bisa merasakan mana guru yang peduli dan mana yang sekadar menggugurkan jam.

✨ Intinya:

Guru berwibawa itu bukan yang ditakuti, tapi dihormati. Ini bisa dicoba buat kita semua, mengajar yang benar2 butuh tenaga ekstra🄰