CROSSCOL

ISI CROSSCOL

SURYAONE multi solutions

Belajar berUsaha apa saja yang penting BERMANFAAT dan HALAL

SURYA bengkel komputer

Servis komputer/laptop dan Instalasi Jaringan. CP : 08572 555 2740

Mayta collection

Lapak SANDANGAN

DELAPAN solutions

Solusi desain dan cetak

berkualitas dan harga terjangkau

Bu Wiyarti Catering

Melayani pemesanan :

Nasi Tumpeng, Nasi Box, Arem-arem, Kue basah/kering, dll.

FAJAR - Furniture and Building Solutions

Melayani jasa :

Pembangunan/Renovasi Rumah, pembuatan furniture kayu, las listrik.

Showing posts with label ADMINISTRASI SISTEM JARINGAN (ASJ). Show all posts
Showing posts with label ADMINISTRASI SISTEM JARINGAN (ASJ). Show all posts

Wednesday, September 24, 2025

KONFIGURASI DEBIAN 8 (UPDATE)

 



Konfigurasi FTP Server


1. Pindah cd 2

2. #apt-cdroom add 

3. #apt-get install proftpd

4. Masuk ke direktori home dengan perintah 

#cd /home/

5. Buat folder atau direktori smk di dalam home, dengan perintah

#mkdir /home/ftp

6. Kemudian beri hak akses pada direktori smk dengan perintah 

#chmod 777 /home/ftp

7. Buat user dengan perintah 

#adduser dina (nama_user)

8. Masuk ke direktori proftpd, dengan perintah 

#cd /etc/proftpd 

lanjutan perintah #nano proftpd.conf

#nano /etc/proftpd/proftpd.conf

9. Masuk di file proftpd.conf dengan perintah 

10. Pada tulisan debian ganti menjadi ftp.sekolah.sch.id

11. Hapus tanda pagar pada default root

12. Tambahkan paling bawah 

<Anonymous /home/ftp>

User dina

UserAlias anonymous dina

</Anonymous>

    simpan

restart :#/etc/init.d/proftpd restart

#service proftpd restart

13. Masuk ke web browser client kemudian tembakkan pada url, tuliskan

ftp://ip eth0 

install filezilla pada client

masuk menu site new isikan ket ftp yang di buat


catatan : masuk cd /etc/bind masuk file db.sekolah

baris paling bawah ketik

ftp IN A 192.168.8.254 (ip eth0)

simpan

restart bind #/etc/init.d/bind9 restart

konfigurasi samba server ada di cd 1

1. #apt-get install samba 

2. buat folder untuk berbagi data

#mkdir /home/samba

3. beri hak akses pd direktori

#chmod 777 /home/samba

4. buat user untuk login klien

#adduser siti

5. beri password user tsb

#smbpasswd -a siti

6. edit file smb.conf

#nano /etc/samba/smb.conf

tambahkan di script paling bawah tulisan:

[samba]

path = /home/samba

valid users = siti

admin = 123

browseable = yes

writeable = yes


simpan


7. restart samba

#/etc/init.d/samba restart

8. uji pada client

buka win R ketik \\192.168.7.254


9. ketik user dan password

10. mulai untuk co pas file dari server ke client


catatan cara menghapus instalasi

1. #rm -rf postfix courier-pop courier-imap

2. #apt-get remove postfix courier-pop courier-imap

3. #apt-get purge postfix courier-pop courier-imap 

 melihat versi debian yg dipakai cat /etc/os-release

atau menggunakan lsb_release -d




seting ip gateway untuk bikin router

misal topologinya :

(ip.192.168.10.1/29)client(windows)------switch-------

server(debian)------internet(ip.192.168.12.x/24) x = no absen+100

masuk ke file nya :

1. #nano /etc/network/interfaces

menuliskan: 

auto eth0

iface eth0 inet static

address 192.168.12.254

network 192.168.12.0

netmask 255.255.255.0

broadcast 192.168.12.255

gateway 192.168.12.1

auto eth1

iface eth1 inet static

address 192.168.10.1

network 192.168.10.0

netmask 255.255.255.248

broadcast 192.168.10.7

gateway 192.168.12.254

simpan dengan ctrl+x jawab Y enter

2. #nano /etc/rc.local

tuliskan pada baris di atas exit 0

iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE

simpan

3. #nano /etc/sysctl.conf

cari tulisan :#net.ipv4.ip_forward =1

hilangkan tanda pagarnya simpan

4. #nano /etc/resolv.conf

tuliskan nameserver 8.8.8.8

                nameserver 8.8.4.4

simpan

5. restart interface nya

    #/etc/init.d/networking restart

    #service networking restart

ping 192.168.12.1

konfigurasi DNS server

aktifkan cd 1 #apt-cdrom add

apt-get install build-essential (cek aktif nya cdrom di VB)

apt-get install bind9

seting DNS server

#cd /etc/bind

#ls

#cp db.127 db.192

#cp db.local db.sekolah


jika ip yang digunakan 192.168.7.254

file named.conf.local #nano named.conf.local

tuliskan : zone "sekolah.sch.id" {

type master;

file "/etc/bind/db.sekolah";

};

   zone "7.168.192.in-addr.arpa" {

type master;

file "/etc/bind/db.192";

}; 

simpan


file db.192 #nano db.192

tuliskan : sekolah.sch.id. root.sekolah.sch.id.

@ IN NS sekolah.sch.id.

254 IN PTR sekolah.sch.id.

254 IN PTR mail.sekolah.sch.id.

simpan


file db.sekolah #nano db.sekolah

tuliskan: sekolah.sch.id. root.sekolah.sch.id.

@ IN NS sekolah.sch.id.

@ IN A 192.168.7.254

ns1 IN A 192.168.7.254

www IN CNAME ns1

ftp IN A 192.168.7.254

mail IN A 192.168.7.254

simpan

di file named.conf.options

forwarder isikan 192.168.7.254 kemudian 203.190.112.18 dan 8.8.8.8

restart bind :/etc/init.d/bind9 restart

masuk ke nano /etc/resolv.conf 

tuliskan nameserver 192.168.8.254

restart network:/etc/init.d/networking restart

cek dns server dengan : nslookup sekolah.sch.id

        nslookup 192.168.8.254

hasilnya harus keluar nama domain server dan no ip dns nya

hubungkan dengan client

seting di client:di Win XP

use the following IP address

ip address: 192.168.100.30

subnet mask: 255.255.255.128

default gateway:192.168.100.1

use the following DNS server addresses

preferred DNS server: 192.168.7.254

alternate DNS server:

ok, close, close, cek detail ip harus sesuai dengan yg diisikan pada seting client. 

cek dari debian ping ip win

cek dari win ping ip debian

harus reply


konfigurasi web server


Konfigurasi WebServer :

1. Ganti menjadi CD 1

2. #apt-cdrom add

3. Install aplikasi yang digunakan untuk web server :

#apt-get install apache2 php5

4. masuk ke direktori var/www/html

cd /var/www/html di ls

kemudian nano  index.html

di ls kemudian nano index.html

di dalam index.html isikan:

<html>

<head>

<title>uji coba web server</title>

</head>

<body><b>

“SELAMAT DATANG DI WEB SEKOLAH.SCH.ID”.</b>

</body>

</html>

5. masuk ke direktori sites available

cd /etc/apache2/sites-available/ di ls

masuk ke nano 000-default.conf

tuliskan di bagian paling bawah :

<VirtualHost 192.168.7.254:80>

ServerAdmin admin@sekolah.sch.id

ServerName sekolah.sch.id

ServerAlias www.sekolah.sch.id

DocumentRoot /var/www/html

</VirtualHost>

simpan

6. restart apache : /etc/init.d/apache2 restart

7. buka browser ketik ip dns

8. buka browser ketik domain kita




konfigurasi ftp server

1.pindah ke CD 2 kemudian aktifkan cd rom dgn #apt-cdrom add

2. install ftp #apt-get install proftpd pilih standalone

3. buat folder untuk file ftpbaru #mkdir /home/smk

catatan masuk ke direktori smk :cd /home/smk

         smk#adduser user1

          #passwd 12345

  #chmod 777 /home/smk

4. konfigurasi ftp #nano /etc/proftpd/proftpd.conf

ganti servername sekolah.sch.id

hapus # pada tulisan DefaultRoot

tambahkan perintah di paling bawah:

<Anonymous /home/smk/>

User user1

UserAlias anonymous user1

</Anonymous>

5. restart #/etc/init.d/proftpd restart

6. buka web browser ketik ftp://ftp.sekolah.sch.id atau ftp://192.168.7.254

7. pengujian dengan kopi file dari my doc ke ftp lewat explore

catatan: masuk ke direktori bind #cd /etc/bind kemudian tambahkan pada db.sekolah

di baris paling bawah ketik mail  IN  A  192.168.7.254(ip eth0 kalian)

    ftp   IN  A  192.168.7.254(ip eth0 kalian)

simpan

restart bind #/etc/init.d/bind9 restart




Konfigurasi mail server dan web mail

1. pastikan cd 1 2 3 sudah siap

2. aktifkan di cd 3 dengan #apt-cdrom add

3. #apt-get install postfix courier-pop courier-imap

postfix configuration Ok

general type of mail : Internet Site

isikan di system mail name : mail.sekolah.sch.id

create directories for web.based jawab No


7. cek sudah terinstal #dpkg -l postfix courier-imap courier-pop 

jika sudah ok keluar daftar dengan depannya ii

catatan: #dpkg-reconfigure postfix courier-imap courier-pop

ok 

internet site 

mail.sekolah.sch.id

ok

ok

no

0.0.0.0/0

no

ok (0)

ok (+)

ipv4 ok


8. konfigurasi postfix

#nano /etc/postfix/main.cf

cari tulisan mailbox_command dikasih  # 

tulis di bagian paling bawah home_mailbox = Maildir/

9. restart :#service postfix restart

10. buat direktori Maildir :#maildirmake /etc/skel/Maildir

11. buat user baru untuk penerima dan pengirim

#adduser usersatu pass 12345

#adduser userdua  pass 12345


6. apt-get install squirrelmail

14. konfigurasi web mail

cd 1 #apt-cdrom add

#apt-get install squirrelmail

masuk ke #nano /etc/apache2/apache2.conf

tambahkan tulisan di paling bawah

Include "/etc/squirrelmail/apache.conf"

restart apachenya #service apache2 restart

restart untuk mail server

#/etc/init.d/postfix restart

#/etc/init.d/courier-pop restart

#/etc/init.d/courier-imap restart

klo belum jalan di klien ketik #reboot


15. buka browser di klien ketikkan ip eth0/squirrelmail

login dengan usersatu pass 12345

16. pilih compose untuk membuat pesan baru:

to:userdua@sekolah.sch.id

subject:kepada userdua

tuliskan apa kabar userdua

klik send



catatan di file #nano /etc/squirrelmail/apache.conf

cari tulisan user will prefer a simple URL like

hilangkan # di bawahnya

kemudian edit : <VirtualHost 192.168.7.254:80>

DocumentRoot /usr/share/squirrelmail (tempat penyimpanan data mail server

ServerName mail.sekolah.sch.id

</VirtualHost>

restart apache

buat shortcurt : ln -s /usr/share/squirrelmail/ /var/www/html/mail

di db.sekolah ditambah mail IN A 192.168.8.254

di db.192 ditambah     254 IN PTR mail.sekolah.sch.id












Monday, August 14, 2023

NETWORK SUBNETTING

 



Sub-jaringan, atau subnetting adalah pembagian dari IP jaringan. Praktik membagi jaringan menjadi dua atau lebih jaringan disebut subnetting. Semua komputer yang termasuk dalam sebuah subnet dialamatkan dengan bit-group umum, identik, dan paling signifikan dalam alamat IP mereka. Hal ini menyebabkan pembagian logis dari alamat IP ke dua bidang, jaringan atau routing prefix dan sisa field atau pengenal host. Field sisanya adalah pengidentifikasi untuk host tertentu atau antarmuka jaringan.


MEKANISME SUBNETTING

Analogi : 

Analogi Subnetting Pertama

Dianalogikan, Sebuah RW memiliki 40 KK, untuk memudahkan dalam pengelolaan warganya seorang RW harus membagi warganya menjadi beberapa RT. Bayangkan jika seorang RW tidak dibantu oleh RT, akan sangat sulit bagi seorang ketua RW untuk memberikan informasi dan mengelola warganya. Dengan adanya pembagian RW menjadi beberapa RT, akan memudahkan seorang ketua RW mengelola warganya dikarenakan ketua RW hanya perlu berkoordinasi dengan RT tentang bagaimana cara mengelola warganya.


Analogi Subnetting Kedua

Dari pengertian diatas untuk memudahkan kita melakukan subnetting, mari kita persepsikan gambar diatas sama dengan proses subnetting

No RW=No Jaringan / Net ID
No RT=No sub Jaringan / No subnet
Gang=Broadcast
No Rumah=IP Address
Gerbang=Gateway


Hasil Analogi Subnetting


SUBNETMASK

Subnet Mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host (apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar). 


Apa subnet itu :

  • Jaringan fisik independent
  • Berbagi alamat jaringan dengan bagian-bagian lain dari jaringan yang lebih besar
  • Menggunakan bit dari bagian host dari alamat ip/ip address cadangan mereka untuk mendefinisikan alamat subnet/no subnet.


Mengapa menggunakan subnet :

  • Mengontrol trafik jaringan lebih baik
  • Memungkinkan aliran lalu lintas jaringan antara host yang akan dipisahkan, berdasarkan konfigurasi jaringan.
  • Untuk mengatur lalu lintas ip
  • Untuk meningkatkan keamanan jaringan dan kinerjanya dengan mengatur host ke dalam kelompok.


Bagaimana menggunakan subnet :

  • Router digunakan antara subnet jaringan yang berbeda atau untuk mengontrol aliran data atau paket
  • Router tidak lain hanyalah jaringan perangkat keras yang mentransmisikan data berdasarkan kondisi preset transmisi dan keamanan.


Contoh Subnetmask



TUJUAN SUBNETTING

Tujuan dari subnetting adalah sebagai berikut:

  • Untuk mengefisienkan pengalamatan (misal untuk jaringan yang hanya mempunyai 10 host, kalau kita menggunakan kelas C saja terdapat 254 – 10 =244 alamat yang tidak terpakai).
  • Membagi satu kelas network atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
  • Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak. Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
  • Untuk mengatasi masalah perbedaaan hardware dengan topologi fisik jaringan.
  • Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address.
  • Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan daam suatu network, karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik.
  • Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.

FUNGSI SUBNETTING

Fungsi subnetting antara lain :

  • Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan (collision) atau macet.
  • Teroptimasinya unjuk kerja jaringan.
  • Pengelolaan yang disederhanakan.
  • Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh.


PROSES SUBNETTING

Untuk melakukan proses subnetting kita akan melakukan beberapa proses antara lain :

  • Menentukan jumlah subnet yang dihasilkan oleh subnet mask. Jumlah Subnet =  dimana x adalah banyaknya binari 1 pada segmen terakhir IP subnet mask (sesuai dengan kelas IP nya).
  • Menentukan jumlah host per subnet. Jumlah Host per Subnet =  dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada segmen terakhir IP subnet mask (sesuai dengan kelas IP nya).
  • Menentukan Blok Subnet Blok Subnet = 256 – nilai desimal segmen terakhir IP subnet mask (sesuai dengan kelas IP nya)
  • Alamat host dan broadcast yang valid, host pertama adalah satu angka setelah subnet, dan broadcast adalah satu angka sebelum subnet berikutnya.Menentukan alamat broadcast untuk tiap subnet.
  • Menentukan host – host yang valid untuk tiap subnet.


CONTOH SOAL SUBNETTING

Berikut merupakan contoh persoalan dalam proses subnetting dan penyelesaiannya :

Misalnya ditentukan sebuah NETWORK ADDRESS : 192.168.1.XXX/26.


Kelas IP : 192.168.1.XXX oktet awal adalah 192 berarti kelas C, 


Subnet Mask : /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 atau 255.255.255.192 (konversi biner ke desimal)


Jumlah Subnet = 2X

, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada segmen terakhir subnet mask (2 bit “1” disegmen terakhir IP subnet mask dan IP Kelas C). Jadi Jumlah Subnet adalah  = 4 subnet

Jumlah Host per Subnet =, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada segmen terakhir disegmen terakhir IP subnet mask dan IP Kelas C
Jadi jumlah host per subnet adalah = 62 host

Interval Blok Subnet = 256 – nilai desimal segmen terakhir subnet mask = 256 – 192 = 64.
Blok Subnet dimulai dari 0 (Nol) kemudian kelipatan dari Interval Blok Subnet nya yaitu 64. 
Jadi Blok Subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.

Alamat host dan broadcast yang valid dapat langsung dibuat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah satu angka setelah subnet, dan broadcast adalah satu angka sebelum subnet berikutnya

Hasil perhitungan Subnet

Hasil perhitungan Subnet




KLASIFIKASI SUBNETTING IPv4
  1. Classfull

Merupakan sisem pengalamatan IP yang sudah terbagi bagi ke dalam beberapa kelas dengan masing-masing net mask dari tiap kelas sudah diset secara default. Tidak bisa dilakukan subnetting. Pembagian kelas nya sebagai berikut :

ClassOktet PertamaSubnet Mask DefaultPrivate Address
A1 – 127255.0.0.010.0.0.0 – 10.255.255.255
B128 – 191255.255.0.0172.16.0.0 – 172.31.255.255
C192 – 223255.255.255.0192.168.0.0 – 192.168.255.255
D224 – 239
E240 – 255

  1. Classless

Pada IPv4 classless, subnetting dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan, sehingga IPv4 classless ini lebih fleksibel dan efisien. Classless ini menunjukkan Sejumlah bit yang digunakan untuk menunjukkan network disebut “prefix length”. Misalkan : 172.16.4.0/30 menunjukkan bahwa 30 bit menunjukkan network address dan sisanya, 2 bit menunjukkan host.

 


PERBEDAAN VLAN DAN SUBNET

Perbedaan VLAN dan Subnetting

Perbedaan VLAN dan Subnetting


VLAN memungkinkan mengisolasi subnet yang lebih kecil pada satu perangkat. Dengan subnet yang relatif lebih kecil datang perangkat yang lebih sedikit dan ini membuat lalu lintas siaran kurang.Namun, hal ini meningkatkan volume lalu lintas antara jaringan yang bersangkutan yang pada akhirnya akan menyebabkan penggunaan CPU yang lebih tinggi. Hubungan ada antara VLAN dan subnet umumnya 1-1. Artinya, satu subnet dapat biasanya ditugaskan untuk satu VLAN. Namun, mencoba untuk menetapkan satu subnet untuk VLAN tidak akan menjadi perencanaan desain jaringan yang besar.

VLAN dapat disebut sebagai domain penyiaran, subnet dapat disebut sebagai IP subnet. Selain itu, VLAN yang berguna dalam menciptakan subnet IP yang dapat digunakan di daerah geografis yang luas seperti universitas yang menghubungkan fakultas dan departemen. Kemudian, meskipun banyak orang akan berpikir bahwa subnetting lebih aman, umumnya diakui bahwa VLAN lebih efisien. Kesimpulannya, itu harus dicatat bahwa sementara VLAN sebagian besar perangkat lunak berbasis, subnet secara umum hardware berbasis.



Sumber : 
https://it.telkomuniversity.ac.id/subnetting-kenali-pengertian-mekanisme-serta-fungsinya/


Thursday, May 7, 2020

MAIL SERVER

Pengertian Mail Server
Mail Server atau E-Mail Server adalah perangkat lunak program yang mendistribusikan file atau informasi sebagai respons atas permintaan yang dikirim via email, mail server juga digunakan pada bitnet untuk menyediakan layanan serupa ftp. Selain itu mail server juga dapat dikatakan sebagai aplikasi yang digunakan untuk penginstalan email. 

Sebuah komputer yang didedikasikan untuk menjalankan jenis aplikasi perangkat lunak komputer yang juga disebut Mail Server, hal ini dianggap sebagai jantung dari setiap email sistem. Mail Server biasanya dikelola oleh seorang yang biasanya dipanggil post master.

Tugas Post Master 
- Mengelola Account
- Memonitor Kinerja Server
- Tugas Administratif Lainnya


Protokol Pada Mail Server
Protokol yang umum digunakan antara lain protokol SMTP, POP3 dan IMAP.
  • SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) digunakan sebagai standar untuk menampung dan mendistribusikan email.
  • POP3 (Post Office Protocol v3) dan IMAP (Internet Mail Application Protocol) digunakan agar user dapat mengambil dan membaca email secara remote yaitu tidak perlu login ke dalam sistem shelll mesin mail server tetapi cukup menguhubungi port tertentu dengan mail client yang mengimplementasikan protocol POP3 dan IMAP.



Server Pada Mail Server dan Penjelasannya
Pada mail server terdapat 2 server yang berbeda yaitu :
  • Outgoing Server (Sending email) : Protocol server yang menangani adalah SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) pada port 25.
  • Incoming Server (Receiving email) : Protocol server yang menangani adalah POP3 (Post Office Protocol) pada port 110 atau IMAP (Internet Message Access Protocol) pada port 143.


Penjelasan dari Server yang menangani outgoing email dan incoming email sebagai berikut :

SMTP Server : Saat anda mengirimkan email maka email anda akan ditangani SMTP Server dan akan dikirim ke SMTP Server tujuan, baik secara langsung maupun melalui beberapa SMTP Server dijalurnya. Apabila server tujuan terkoneksi maka email akan dikirim, namun apabila tidak terjadi koneksi maka akan dimasukan ke dalam queue dan di resend setiap 15 menit, apabila dalam 5 hari tidak ada perubahan maka akan diberikan undeliver notice ke inbox pengirim.

POP3 Server : Jika menggunakan POP3 Server, apabila kita akan membaca email maka email pada server di download sehingga email hanya akan ada pada mesin yang mendownload email tersebut (kita hanya bisa membaca email tersebut pada device yang mendownload email tersebut).

IMAP Server : Jika menggunakan IMAP Server, email dapat dibuka kembali lewat device yang berbeda.


Cara Kerja Mail Server (singkat)
Cara kerja mail server mempunyai berbagai macam versi penjelasan mengenai cara kerjanya, dalam artikel ini saya akan menjelaskan 2 versi cara kerja mail server yang sudah saya rangkum dari berbagai sumber. Sebenarnya cara kerja antara versi 1 dan 2 mempunyai inti yang sama, hanya saja penjelasannya yang beda, silahkan anda pilih yang mana.


Cara Kerja Mail Server #Versi 1
Proses pengiriman e-mail malalui tahapan yang sedikit panjang. Saat e-mail di kirim, maka e-mail tersebut disimpan pada mail server menjadi satu file berdasarkan tujuan e-mail. File ini berisi informasi sumber dan tujuan, serta dilengkapi tanggal dan waktu pengiriman. Pada saat user membaca e-mail berarti user telah mengakses server e-mail dan membaca file yang tersimpan dalam server yang di tampilkan melalui browser user.




Cara Kerja Mail Server #Versi 2
Cara kerja ini saya ambil dari Xmodulo, sebelum memahami proses cara kerja mail server sebaiknya anda mengenal terlebih dahulu singkatan - singkatan dari MUA, MTA, MDA dll. Berikut penjelasannya :


  • Mail User Agent (MUA) : MUA adalah komponen yang berinteraksi dengan pengguna akhir secara langsung. Contoh dari MUA yaitu Thunderbird, MS Outlook, Zimbra Desktop. Interface webmail seperti Gmail dan Yahoo juga MUA.
  • Mail Transfer Agent (MTA) : MTA bertanggung jawab untuk mentransfer email dari mail server mengirimkan sampai ke server penerima email. Contoh MTA yaitu sendmail dan postfix.
  • Mail Delivery Agent (MDA) : Dalam surat server tujuan, MTA lokal menerima email masuk dari MTA terpencil. Email tersebut kemudian dikirimkan ke kotak surat pengguna dengan MDA.
  • POP / IMAP : POP dan IMAP adalah protokol yang digunakan untuk mengambil email dari kotak surat penerima server untuk penerima MUA.
  • Mail Exchanger Record (MX) : Record MX adalah entri DNS untuk mail server. Catatan ini menunjuk ke alamat IP ke arah mana email harus ditembak. MX record terendah selalu menang, yaitu, mendapat prioritas tertinggi. Sebagai contoh, MX 10 adalah lebih baik daripada MX 20. Alamat IP dari MX record dapat bervariasi berdasarkan desain dan konfigurasi persyaratan, seperti yang akan dibahas nanti dalam artikel.



Ketika pengirim mengklik tombol kirim, SMTP (MTA) memastikan ujung ke ujung pengiriman email dari pengirim-sisi server ke server tujuan. Setelah mencapai server tujuan, MTA lokal ke server tujuan menerima email, dan di pindahkan ke MDA setempat. MDA kemudian menulis email ke kotak pesan penerima. Ketika penerima memeriksa email, mereka diambil oleh MUA dengan menggunakan protokol seperti POP atau IMAP.






Sumber : 

DATABASE SERVER




Pengertian Database Server
Database server adalah program komputer yang menyediakan layanan data lainnya ke komputer atau program komputer, seperti yang ditetapkan oleh model klien-server. Istilah ini juga merujuk kepada sebuah komputer yang didedikasikan untuk menjalankan program server database. Database sistem manajemen database yang sering menyediakan fungsi server, dan beberapa DBMSs (misalnya, MySQL) secara eksklusif bergantung pada model klien-server untuk akses data.


Fungsi / Manfaat dari Database Server
  • Semua data untuk organisasi dapat disimpan di satu lokasi.
  • Menambahkan tingkat keamanan data.
  • Menyediakan layanan database management service dimana data disusun dengan cara tertentu sehingga meningkatkan pencarian dan pengambilan data.
  • Beberapa client dapat mengakses data yang disimpan di database server dalam satu waktu tanpa saling menggangu satu sama lain.



Cara Kerja Database Server
Client-server model dapat diartikan sebagai model dari suatu sistem yang membagi proses sistem antara server yang mengolah database dan client yang menjalankan aplikasi. Database server mengurangi beban akses data oleh client pada server. Database dapat diakses oleh beberapa client secara bersamaan dimana data yang diakses hanya atau diubah berasal dari satu sumber yaitu database pada server.

Server tersebut diakses baik melalui suatu "front end" yang berjalan di komputer pengguna yang menampilkan data yang diminta atau "back end" yang berjalan pada server dan menangani tugas-tugas seperti analisis data dan penyimpanan.

Dalam model master-slave, database server master adalah lokasi pusat dan utama data sementara database server budak disinkronisasi backup dari master bertindak sebagai proxy.

Beberapa contoh dari server basis data Oracle, DB2, Informix, Ingres, SQL Server. Setiap server menggunakan query sendiri logika dan struktur. Bahasa query SQL kurang lebih sama di semua server database.


Tipe Database
  1. Operational database. Database ini menyimpan data rinci yang diperlukan untuk mendukung operasi dari seluruh organisasi. Mereka juga disebut subject-area databases (SADB), transaksi database, dan produksi database.Contoh: database pelanggan, database pribadi, database inventaris,akuntansi database.
  2. Analytical database. Database ini menyimpan data dan informasi yang diambil darioperasional yang dipilih dan eksternal database. Mereka terdiri dari datadan informasi yang dirangkum paling dibutuhkan oleh sebuah organisasi manajemen dan End-user lainnya. Beberapa orang menyebut analitis multidimensi database sebagai database, manajemen database, atauinformasi database.
  3. Data warehouse. Sebuah data warehouse menyimpan data dari saat ini dan tahun-tahun sebelumnya – data yang diambil dari berbagai database operasional dari sebuah organisasi. Data warehouse menjadi sumber utama data yang telah diperiksa, diedit, standar dan terintegrasi sehingga dapat digunakan oleh para manajer dan pengguna akhir lainnya di seluruh organisasi profesional. Perkembangan terakhir dari data warehouse adalah dipergunakan sebagai Shared nothing architecture untuk memfasilitasi ekstrem scaling.
  4. Distributed database. Ini adalah database kelompok kerja lokal dan departemen di kantor regional, kantor cabang, pabrik-pabrik dan lokasi kerja lainnya. Database ini dapat mencakup kedua segmen yaitu operasional dan user database, serta data yang dihasilkan dan digunakan hanya pada pengguna situs sendiri.
  5. End-user database. Database ini terdiri dari berbagai file data yang dikembangkan oleh end-user di workstation mereka. Contoh dari ini adalah koleksi dokumen dalam spreadsheet, word processing dan bahkan download file.
  6. External database. Database ini menyediakan akses ke eksternal, data milik pribadi online – tersedia untuk biaya kepada pengguna akhir dan organisasi dari layanan komersial. Akses ke kekayaan informasi dari database eksternal yang tersedia untuk biaya dari layanan online komersial dan dengan atau tanpa biaya dari banyak sumber di Internet.
  7. Hypermedia databases on the web. Ini adalah kumpulan dari halaman-halaman multimedia yang saling berhubungan di sebuah situs web. Mereka terdiri dari home page dan halaman hyperlink lain dari multimedia atau campuran media seperti teks,grafik, gambar foto, klip video, audio dll.
  8. Navigational database. Dalam navigasi database, queries menemukan benda terutama dengan mengikuti referensi dari objek lain.
  9. In-memory databases. Database di memori terutama bergantung pada memori utama untuk penyimpanan data komputer. Ini berbeda dengan sistem manajemen database yang menggunakan disk berbasis mekanisme penyimpanan.Database memori utama lebih cepat daripada dioptimalkan disk databasesejak Optimasi algoritma internal menjadi lebih sederhana dan lebihsedikit CPU mengeksekusi instruksi. Mengakses data dalam menyediakan memori lebih cepat dan lebih dapat diprediksi kinerja dari disk. Dalamaplikasi di mana waktu respon sangat penting, seperti peralatan jaringan telekomunikasi yang mengoperasikan sistem darurat, database memori utama yang sering digunakan.
  10. Document-oriented databases. Document-oriented databases merupakan program komputer yang dirancang untuk aplikasi berorientasi dokumen. Sistem ini bisa diimplementasikan sebagai lapisan di atas sebuah database relasional atau objek database. Sebagai lawan dari database relasional, dokumen berbasis database tidak menyimpan data dalam tabel dengan ukuran seragam kolomuntuk setiap record. Sebaliknya, mereka menyimpan setiap catatan sebagai dokumen yang memiliki karakteristik tertentu. Sejumlah bidang panjang apapun dapat ditambahkan ke dokumen. Bidang yang dapat juga berisi beberapa bagian data.
  11. Real-time databases. Real-time Database adalah sistem pengolahan dirancang untuk menangani beban kerja negara yang dapat berubah terus-menerus. Ini berbeda dari database tradisional yang mengandung data yang terus-menerus, sebagian besar tidak terpengaruh oleh waktu. Sebagai contoh, pasar saham berubah dengan cepat dan dinamis. Real-time processing berarti bahwa transaksi diproses cukup cepat bagi hasil untuk kembali dan bertindak segera. Real-time database yang berguna untuk akuntansi, perbankan, hukum, catatan medis, multi-media, kontrol proses, sistem reservasi, dan analisis data ilmiah.
  12. Relational Database. Standar komputasi bisnissejak tahun 2009, relational database adalah database yang paling umum digunakan saat ini. Menggunakan meja untuk informasi struktur sehingga mudah untuk mencari.


Contoh Software Program Database Server:

1. MySQL
MySQL merupakan sebuah perangkat lunak system manajemen basis data SQL (bahasa inggris : data management system) atau DNMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis di bawah lisensi GNU General Public Licenci (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL . Tidak seperti Apache yang merupakan software yang dikembangkan oleh komunitas umum, dan cipta untuk code sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia yaitu MySQL AB. MySQL AB memegang penuh hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah : david axmark, allan larsson, dan Michael “monthy widenius.

Kelebihan MySQL:
  • Portabilitas. MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.
  • Free (bebas didownload) MySQL didistribusikan secara open source, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara cuma-cuma.
  • Stabil dan tangguh, fleksibel dengan berbagai pemrograman.
  • Security yang baik & mendukung transaksi
  • Dukungan dari banyak komunitas & perkembangan software yang cukup cepat
  • Kemudahan management database 



2. ORACLE
Oracle adalah relational database management system (RDBMS) untuk mengelola informasi secara terbuka, komprehensif dan terintegrasi. Oracle Server menyediakan solusi yang efisien dan efektif karena kemampuannya dalam hal sebagai berikut:
  • Dapat bekerja di lingkungan client/server (pemrosesan tersebar)
  • Menangani manajemen space dan basis data yang besar
  • Mendukung akses data secara simultan
  • Performansi pemrosesan transaksi yang tinggi
  • Menjamin ketersediaan yang terkontrol
  • Lingkungan yang terreplikasi

Database merupakan salah satu komponen dalam teknologi informasi yang mutlak diperlukan oleh semua organisasi yang ingin mempunyai suatu sistem informasi yang terpadu untuk menunjang kegiatan organisasi demi mencapai tujuannya. Karena pentingnya peran database dalam sistem informasi, tidaklah mengherankan bahwa terdapat banyak pilihan software Database Management System (DBMS) dari berbagai vendor baik yang gratis maupun yang komersial. Beberapa contoh DBMS yang populer adalah MySQL, MS SQL Server, Oracle, IBM DB/2, dan PostgreSQL.

Kelebihan Dan Kekurangan Oracle:
Fleksibilitas adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai kebutuhan dan kondisi khusus yang dapat berubah-ubah. Sebagai contoh, organisasi yang besar membutuhkan server yang terdistribusi dan memiliki redundancy sehingga pelayanan bisa diberikan secara cepat dan tidak terganggu jika ada server yang mati. Organisasi tersebut juga mempunyai berbagai macam aplikasi yang dibuat dengan beragam bahasa pemrograman dan berjalan di berbagai platform yang berbeda. Oracle memiliki banyak sekali fitur yang dapat memenuhi tuntutan fleksibilitas dari organisasi besar tersebut. Berbagai fitur tersebut membuat Oracle menjadi DBMS yang rumit dan sulit untuk dipelajari, namun itu adalah harga yang harus dibayar untuk mendapatkan fleksibilitas yang dibutuhkan dalam sistem informasi di organisasi yang berukuran besar.
Skalabilitas mengacu pada kemampuan untuk terus berkembang dengan penambahan sumber daya. Organisasi yang besar harus mampu melakukan transaksi data dalam volume yang besar dan akan terus bertambah besar. Jika dijalankan hanya pada satu server saja, MySQL memang bisa berjalan lebih cepat daripada Oracle. Namun jika satu server sudah tidak bisa lagi menangani beban yang terus bertambah besar, kinerja MySQL mengalami stagnasi karena keterbatasan server tersebut. Namun Oracle mendukung fitur Grid yang dapat mendayagunakan lebih dari satu server serta data storage dengan mudah dan transparan. Hanya dengan menambahkan server atau data storage ke dalam Oracle Grid, maka kinerja dan kapasitas Oracle dapat terus berkembang untuk mengikuti beban kerja yang terus meningkat.
Demikianlah salah satu (atau dua) keunggulan dari Oracle. Tidaklah mengherankan bahwa meskipun Oracle merupakan DBMS yang paling rumit dan paling mahal di dunia, perusahaan-perusahaan besar memilih Oracle dan tidak menggunakan DBMS seperti MySQL yang gratis karena mereka membutuhkan fleksibilitas dan skalabilitas dalam sistem informasi yang mereka gunakan.


3. FIREBIRD
Firebird adalah salah satu aplikasi RDBMS (Relational Database Management System) yang bersifat open source. Awalnya adalah perusahaan Borland yang sekitar tahun 2000 mengeluarkan versi beta dari aplikasi database-nya InterBase 6.0 dengan sifat open source. Namun entah kenapa tiba-tiba Borland tidak lagi mengeluarkan versi InterBase secara open source, justru kembali ke pola komersial software. Tapi pada saat yang bersamaan programmer-progammer yang tertarik dengan source code InterBase 6.0 tersebut lalu membuat suatu team untuk mengembangkan source code database ini dan kemudian akhirnya diberinama Firebird.

Firebird (juga disebut FirebirdSQL) adalah sistem manajemen basisdata relasional yang menawarkan fitur-fitur yang terdapat dalam standar ANSI SQL-99 dan SQL-2003. RDBMS ini berjalan baik di Linux, Windows, maupun pada sejumlah platform Unix. Firebird ini diarahkan dan di-maintain oleh FirebirdSQL Foundation. Ia merupakan turunan dari Interbase versi open source milik Borland. Karena itulah Interbase dan Firebird sebenarnya mempunyai CORE yang sama karena awalnya sama” dikembangkan oleh Borland.

Kemampuan dan Kelebihan Firebird:
  • Firebird support dengan transaksi layaknya pada database komersial lainnya. Sebuah transaksi bisa di-commit atau di-rollback dengan mudah. Bahkan Firebird support dengan savepoint pada suatu transaksi dan kita bisa melakukan rollback kembali ke savepoint yang kita tentukan tadi (ini mirip seperti fasilitas pada Oracle).
  • Firebird menggunakan sintaks standard untuk menciptakan suatu foreign key 
  • Firebird support row level locks, secara default Firebird menggunakan apa yang disebut dengan multi-version concurrency system. Ini artinya bahwa semua session pada database akan melihat data yang lama sampai data yang baru sudah di-commit ke dalam database. Sebagai alternative untuk locking juga bisa digunakan perintah select… for update with lock 
  • Firebird support stored procedure dan triggers dengan bahasa yang standard sehingga tidak akan membingungkan bagi Anda yang ingin belajar. Triggers pada Firebird mirip seperti yang dijumpai dalam Oracle yaitu menggunakan before atau after insert, update atau delete. Ini berbeda dengan sistem trigger pada Sybase atau MS SQL Server yang menggunakan tabel virtual inserted dan deleted. 
  • Firebird bisa melakukan replikasi, solusi untuk replikasi kebanyakan dibuat oleh pihak ketiga, tetapi sebenarnya teknik replikasi ini seperti konsep trigger yang selalu memonitor adanya operasi insert, update atau delete ke dalam database. 
  • Firebird support dengan multiple data file, ya, Firebird bisa menggunakan lebih dari satu file sebagai single logic database. Ini sangat berguna bagi para DBA (Database Administrator) untuk mengadministrasi database. 
  • Software untuk mengadministrasi mudah didapat karena banyak sekali software untuk mengadministrasi database Firebird, misalnya saja EMS IB Manager, IBConsole, isql, FBManager, Marathon dan banyak lagi yang lainnya. Aplikasi tersebut ada yang komersial atau bahkan ada yang open source. 
  • Library connection untuk Firebird yang sudah tersedia ada banyak, ada driver untuk ODBC, JDBC bahkan .NET database provider. Bahkan dari PHP juga sudah disediakan library untuk koneksi ke database Firebird ini. 
  • Banyaknya fasilitas support dan maintenance karena banyaknya komunitas Firebird. Di Indonesia sendiri komunitas yang sering menggunakan Firebird biasanya adalah programmer Delphi. 



4. MICROSOFT SQL SERVER 2000
Microsoft SQL Server 2000 adalah perangkat lunak relational database management system (RDBMS) yang didesain untuk melakukan proses manipulasi database berukuran besar dengan berbagai fasilitas. Microsoft SQL Server 2000 merupakan produk andalan Microsoft untuk database server. Kemampuannya dalam manajemen data dan kemudahan dalam pengoperasiannya membuat RDBMS ini menjadi pilihan para database administrator.

DBMS merupakan suatu system perangkat lunak untuk memungkinkan user (pengguna) untuk membuat, memelihara, mengontrol, dan mengakses database secara praktis dan efisien. Dengan DBMS, user akan lebih mudah mengontrol dan mamanipulasi data yang ada. Sedangkan RDBMS atau Relationship Database Management System merupakan salah satu jenis DBMS yang mendukung adanya relationship atau hubungan antar table. RDBMS (Relational Database Management System) adalah perangkat lunak untuk membuat dan mengelola database, sering juga disebut sebagai database engine. Istilah RDBMS, database server-software, dan database engine mengacu ke hal yang sama; sedangkan RDBMS bukanlah database. Beberapa contoh dari RDBMS diantaranya Oracle, Ms SQL Server, MySQL, DB2, Ms Access.


5. VISUAL FOXPRO 6.0
Pada tahun 1984, Fox Software memperkenalkan FoxBase untuk menyaingi dBase II Ashton-Tate. Pada saat itu FoxBase hanyalah perangkat lunak kecil yang berisi bahasa pemrograman dan mesin pengolah data. FoxPro memperkenalkan GUI (Graphical Unit  Interface) pada tahun  1989.  FoxPro  berkembang menjadi Visul FoxPro pada tahun 1995. kemampuan pemrogrman prosural tetap dipertahankan dan dilengkapi dengan pemrograman berorietasi objek. Visual FoxPro  6.0 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi dengan  produk desktop dan client/server lain dan juga dapat membangun aplikasi yang berbasis Web. Dengan adanya Visual Studio,  FoxPro  menjadi  anggotanya.  Sasaran  utama  Visual  Studio  adalah menyediakan alat bantu pemrogrman dan database untuk mengembangka perangkat lunak yang memenuhi tuntutan zaman.

Model data yang digunakan Visual FoxPro yaitu model relasional. Model Relasional merupakan model yang paling sederhana sehingga mudah di pahami oleh pengguna,  serta  merupakan  paling  popular  saat  ini.  Model  ini  menggunakan sekumpulan table berdimensi dua (yang disebut relasi atau table), dengan masing-masing relasi tersusun atas tupel atau   baris dan atribut. Relasi dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menghilangkan kemubajiran data dan mengunakan kunci tamu untuk berhubungan dengan relasi lain.


6. DATABASE DEKSTOP PARADOX
Database desktop merupakan suatu program “Add-Ins”, yaitu program terpisah yang langsung terdapat pada Borland Delphi. Pada database desktop terdapat beberapa DBMS yang terintegrasi di dalamnya antara lain Paradox 7, Paradox 4, Visual dBase, Foxpro, Ms. SQL, Oracle, Ms. Acces, db2 dan interbase. Dari beberapa DBMS tersebut kita akan memilih salah satu yaitu Paradox yang akan dibahas lebih lanjut, khususnya Paradox 7. Dalam Paradox 7 ini, pada 1 file database hanya mengizinkan 1 tabel, berbeda dengan DBMS lain yang mengizinkan beberapa tabel pada 1 file database seperti pada Ms. Acces.


7. POSTGRE SQL
Postgre SQL merupakan tool untuk membuat database server yang bersifat open source yang memiliki licensi GPL (General Public License). Postgre SQL mendukung bahasa pemrograman seperti : SQL, C, C++, Java, PHP dan lainnya. Dengan lisensi GPL, PostgreSQL dapat digunakan, dimodifikasi dan didistribusikan oleh setiap orang tanpa perlu membayar lisensi (free of charge) baik untuk keperluan pribadi, pendidikan maupun komersil. Kebanyakan PostgreSQL tersedia untuk pengguna Linux.


8. MICROSOFT ACCESS 
Microsoft Access (atau Microsoft Office Access) adalah sebuah program aplikasi basis data komputer relasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga menengah. Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna. Versi terakhir adalah Microsoft Office Access 2007 yang termasuk ke dalam Microsoft Office System 2007.

Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek. 





Sumber : 

Tuesday, May 5, 2020

DNS SERVER



DNS merupakan singkatan dari Domain Name System yang merupakan sebuah sistim untuk menyimpan informasi tentang nama host atau nama domain dalam sebuah basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer yang menggunakan TCP/IP.

Fungsi DNS
Kegunaan dari DNS adalah untuk menerjemahkan sebuah nama domain ke bentuk ip address. Perlu kita ketahui sebenarnya pengalamatan pada jaringan komputer adalah menggunakan deretan angka biner yang biasa kita kenal dengan ip address. Pastinya, untuk dapat mendapatkan hasil yang maksimal dalam sebuah jaringan, kita membutuhkan networking hardware atau perangkat keras jaringan yang juga dapat diandalkan.

Untuk memudahkan dalam mengingat sebuah nama host biasanya kita membuat domain name sebagai contoh www.google.com nama tersebut di buat untuk membantu memudahkan pengguna mengingat alamat tersebut yang menggunakan alamat ip address 173.194.72.103

Nah, ketika kita menggunakan internet dan membuka alamat tersebut, biasanya kita hanya mengetikkan nama domain saja atau tidak menggunakan ip address, di sinilah peran DNS yaitu menerjemahkan domain www.google.com tersebut ke ip address 173.194.72.103 agar dapat di identifikasi di dalam jaringan.

DNS memberikan manfaat bagi pengguna dari kelebihan yang di milikinya seperti yang telah di singgung di atas, pengguna tidak perlu lagi mengingat ip address tapi cukup dengan mengingat host name saja, berikutnya DNS juga dapat konsisten karena sebuah IP address boleh berubah namun hostname yang di gunakan tidak akan berubah.


Cara Kerja DNS
DNS melakukan tugas sebagai interpreter atau menerjemahkan nama komputer ke bentuk biner ip address atau memetakan setiap nama komputer ke dalam bentuk ip address. Komputer yang meminta request di sebut juga dengan DNS client atau resolver sedangkan DSN penerjemah di kenal dengan DNS Server.

Resolver atau client akan mengirimkan request ke server berupa queries, kemudaian Name Server akan merespon dengan cara mengecek ke lokal databasenya, dan bila mana queri tidak di temukan maka Name Server akan menghubungi Name Server lainnya dengan mengirimkan queri sebelumnya, jika request tidak berhasil di tangani maka Name Server akan mengirimkan message failure kepada client.

Proses kerja di atas di sebut juga dengan forward lookup query dimana permintaan client di proses dengan cara memetakan nama komputer (host) ke bentuk IP address.




Sumber:

WEB SERVER




Pengertian Web Server
Server web atau yang dalam bahasa inggris disebut web server adalah perangkat lunak (software) dalam server yang berfungsi untuk menerima permintaan (request) berupa halaman web melalui protokol HTTP dan atau HTTPS dari klien yang lebih dikenal dengan nama browser, kemudian mengirimkan kembali (respon) hasil permintaan tersebut ke dalam bentuk halaman-halaman web yang pada umumnya berbentuk dokumen HTML.

Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa web server merupakan pelayan (pemberi layanan) bagi web klien (browser) seperti Mozilla, Opera, Chrome, Safari, Internet Explorer, dan lain sebagainya, supaya browser dapat menampilkan halaman atau data yang Anda minta.


Fungsi Web Server
Fungsi utama dari web server adalah untuk melakukan atau mentransfer berkas permintaan pengguna melalui protokol komunikasi yang telah ditentukan sedemikian rupa. Halaman web yang diminta terdiri dari berkas teks, video, gambar, file dan banyak lagi.

Salah satu contoh dari Web Server adalah Apache. Apache (Apache Web Server – The HTTP Web Server) merupakan web server yang paling banyak dipergunakan di Internet. Program ini pertama kali didesain untuk sistem operasi lingkungan UNIX. Apache mempunyai program pendukung yang cukup banyak. Hal ini memberikan layanan yang cukup lengkap bagi penggunanya.

Beberapa dukungan Apache :
PHP (Personal Home Page/PHP Hypertext Processor)
Program dengan metode semacam CGI, yang memproses teks dan bekerja di server. Apache mendukung PHP dengan menempatkannya sebagai salah satu modulnya (mod_php).
Kontrol Akses
Kontrol ini dapat dijalankan berdasarkan nama host atau nomor IP CGI (Common Gateway Interface). Yang paling terkenal untuk digunakan adalah PERL (Practical Extraction and Report Language), didukung oleh Apache dengan menempatkannya sebagai modul (mod_perl)



Cara Kerja Web Server
Sederhananya tugas web server adalah untuk menerima permintaan dari klien dan mengirimkan kembali berkas yang diminta oleh klien tersebut. Perangkat lunak web server terdapat pada komputer server, dan di komputer ini pula data-data website tersimpan dengan rapih. Sama halnya dengan komputer klien, komputer server juga harus terhubung dengan jaringan internet untuk dapat diakses oleh klien.

Pada saat klien (browser) meminta data web page kepada server, maka instruksi permintaan data oleh browser tersebut akan dikemas di dalam TCP yang merupakan protokol transport dan dikirim ke alamat yang dalam hal ini merupakan protokol berikutnya yaitu HTTP dan atau HTTPS.

Data yang diminta dari browser ke web server disebut dengan HTTP request yang kemudian akan dicarikan oleh web server di dalam komputer server. Jika ditemukan, data tersebut akan dikemas oleh web server dalam TCP dan dikirim kembali ke browser untuk ditampilkan.

Nah, data yang dikirim dari server ke browser dikenal dengan HTTP response. Jika data yang diminta oleh browser tersebut ternyata tidak ditemukan oleh web server, maka web server akan menolak permintaan tersebut dan browser akan menampilkan notifikasi Page Not Found atau Error 404.

Meskipun proses atau cara kerja web server di atas sepertinya sangat rumit, tapi pada prakteknya proses tersebut berlangsung dengan sangat cepat. Anda bahkan bisa sampai tidak menyadari bahwa pada saat meminta suatu halaman web, ternyata hal itu membutuhkan proses yang sangat panjang sampai halaman tersebut dapat Anda lihat di browser.




Sumber: