CROSSCOL

ISI CROSSCOL

SURYAONE multi solutions

Belajar berUsaha apa saja yang penting BERMANFAAT dan HALAL

SURYA bengkel komputer

Servis komputer/laptop dan Instalasi Jaringan. CP : 08572 555 2740

Mayta collection

Lapak SANDANGAN

DELAPAN solutions

Solusi desain dan cetak

berkualitas dan harga terjangkau

Bu Wiyarti Catering

Melayani pemesanan :

Nasi Tumpeng, Nasi Box, Arem-arem, Kue basah/kering, dll.

FAJAR - Furniture and Building Solutions

Melayani jasa :

Pembangunan/Renovasi Rumah, pembuatan furniture kayu, las listrik.

Tuesday, January 23, 2024

METODE LOAD BALANCING




Jika membicarakan terkait cara kerja algoritmanya, load balancing memiliki beberapa prosedur dalam mengoperasikan sistem pembagian beban trafik, di antaranya:


1. Round Robin

Round robin merupakan cara kerja load balancing paling sederhana dan banyak digunakan. Metode ini menyalurkan beban secara berurutan dari server satu ke server lainnya, sehingga menciptakan sistem putaran atau rotasi.

Misalkan, jika perusahaan kamu mempunyai tiga server, maka permintaan pelanggan pertama akan disalurkan ke server satu terlebih dahulu. Lalu, permintaan kedua diberikan pada server dua, dan begitu seterusnya.


2. Ratio

Seperti namanya, metode ini memungkinkan pendistribusian beban server berdasar atas jumlah rasio yang ada pada server terkait. Sehingga, semakin besar rasio milik suatu server, maka semakin banyak pula penyaluran beban terhadap server tersebut.


3. IP Hash

Ada pula metode IP Hash, dimana penyaluran permintaan akses ke suatu server ditentukan berdasar data terkait incoming packet atau IP, mulai dari port number, alamat IP destinasi, domain, atau URL. Bisa dibilang, IP tersebutlah yang menentukan ke server mana permintaan data tersebut diberikan.


4. Least Connection

Metode lainnya dari load balancing adalah least connection, yaitu penyaluran beban trafik berdasar server dengan jumlah koneksi paling sedikit dari seluruh server yang ada. Artinya, metode least connection akan membaca beban setiap server guna menghindari overload.


5. Least Bandwidth

Selain itu, ada juga metode least bandwidth, yakni pendistribusian beban trafik berdasar server dengan jumlah jaringan paling kecil pada ukuran megabit per detik (Mbps). Dalam hal ini, load balancer akan menyalurkan permintaan pelanggan ke server yang memiliki trafik Mbps terendah.


6. Fastest Response Time

Metode terakhir dari load balancing adalah fastest response time. Pada sistem ini, load balancer akan membagikan trafik kepada suatu server dengan jaringan paling cepat dalam menanggapi permintaan perangkat.





Sumber : 

https://www.jagoanhosting.com/blog/load-balancing-adalah/

Wednesday, January 10, 2024

MENGGABUNGKAN DUA SUMBER INTERNET (LOAD BALANCING)

 


MENGGABUNGKAN DUA SUMBER INTERNET MENGGUNAKAN MIKROTIK ROUTER BOARD

Sekarang semakin banyak penggunaan akses internet. Kadang tak cukup satu sumber internet untuk kebutuhan akses. Dan pentingnya memiliki beberapa sumber internet adalah sebagai cadangan atau backup ketika salah satu sumber internet putus atau disconnect.

Target konfigurasi kali ini adalah :
  1. Kecepatan akses dua sumber internet menjadi satu 15Mb (jumlah 5Mb + 10Mb)
  2. Jika sumber ISP1 off, client masih terkoneksi dengan sumber internet ISP2 (10Mb)
  3. Jika sumber ISP2 off, client masih terkoneksi dengan sumber internet ISP1 (5Mb)


KETENTUAN NETWORK

NETWORK ISP1   : 192.168.100.0/24
GATEWAY ISP1    : 192.168.100.1

NETWORK ISP2   : 192.168.200.0/24
GATEWAY ISP2    : 192.168.200.1



KONFIGURASI INTERFACE




KONFIGURASI NAT


/ip firewall nat
add action=masquerade chain=srcnat out-interface=ether1_ISP1
add action=masquerade chain=srcnat out-interface=ether2_ISP2


KONFIGURASI MANGLE


Mangle 0 :
Chain = input
In. Interface = ether1_ISP1
Action = mark connection
New Connection Mark = ISP1CON

Mangle 1 :
Chain = input
In. Interface = ether2_ISP2
Action = mark connection
New Connection Mark = ISP2CON

Mangle 2 :
Chain = output
Connection Mark = ISP1CON
Action = mark routing
New Rounting Mark = ISP1

Mangle 3 :
Chain = output
Connection Mark = ISP2CON
Action = mark routing
New Rounting Mark = ISP2


/ip firewall mangle
add action=mark-connection chain=input in-interface=ether1_ISP1 \
    new-connection-mark=ISP1CON passthrough=yes
add action=mark-connection chain=input in-interface=ether2_ISP2 \
    new-connection-mark=ISP2CON passthrough=yes
add action=mark-routing chain=output connection-mark=ISP1CON \
    new-routing-mark=ISP1 passthrough=yes
add action=mark-routing chain=output connection-mark=ISP2CON \
    new-routing-mark=ISP2 passthrough=yes


KONFIGURASI ROUTE





/ip route
add check-gateway=ping distance=1 gateway=192.168.100.1 routing-mark=ISP1
add check-gateway=ping distance=1 gateway=192.168.200.1 routing-mark=ISP2
add distance=1 gateway=192.168.100.1,192.168.200.1

SPEEDTEST