Amanat Pembina Upacara
Judul: Filter Lisan, Amankan Masa Depan
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.
Anak-anakku yang Bapak/Ibu banggakan, Hari ini kita akan membahas satu hal kecil yang sering dianggap sepele, tapi dampaknya sangat besar: lisan.
Bayangkan kalian memegang selembar kertas putih, lalu meremasnya hingga kusut. Ketika dibuka kembali, kertas itu tidak akan pernah kembali seperti semula. Bekasnya akan selalu ada. Begitulah kata-kata. Ucapan yang terlanjur keluar, atau tulisan yang sudah diposting, bisa meninggalkan luka di hati orang lain dan jejak digital yang sulit dihapus, meski kita sudah meminta maaf.
Mengapa lisan harus dijaga? Karena lisan adalah identitas paling jujur dari diri kita. Orang yang cerdas mampu mengendalikan ucapannya. Jika yang keluar makian, hinaan, atau hoaks, itu tanda cara berpikir yang bermasalah. Jangan sampai penampilan sudah rapi, tapi lisan masih toxic.
Sering kali kita berdalih, “Cuma bercanda.” Padahal kita tidak pernah tahu seberat apa masalah yang sedang dihadapi orang lain. Satu ejekan kecil bisa menjadi beban besar bagi mental seseorang.
Di era digital, lisan bukan hanya lewat mulut, tetapi juga lewat jempol. Apa yang kalian tulis hari ini akan menjadi jejak di masa depan. Sekolah lanjutan, kampus, bahkan dunia kerja tidak hanya melihat nilai rapor, tetapi juga cara kalian berkomunikasi di dunia digital.
Karena itu, ingat rumus T-H-I-N-K sebelum berbicara atau menulis:
T (True): Apakah ini benar?
H (Helpful): Apakah bermanfaat?
I (Inspiring): Apakah memberi pengaruh positif?
N (Necessary): Apakah perlu disampaikan?
K (Kind): Apakah disampaikan dengan cara yang baik?
Jika tidak lolos rumus ini, lebih baik diam. Diam bukan berarti sedang sakit gigi atau sariawan, tetapi tanda kedewasaan dan pengendalian diri.
Mari jadikan sekolah ini tempat yang aman dan nyaman, di mana kata-kata digunakan untuk menguatkan, bukan menjatuhkan. Gunakan lisan untuk berdoa, belajar, dan menyebarkan kebaikan.
Terima kasih atas perhatiannya. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.







0 komentar:
Post a Comment