CROSSCOL

ISI CROSSCOL

SURYAONE multi solutions

Belajar berUsaha apa saja yang penting BERMANFAAT dan HALAL

SURYA bengkel komputer

Servis komputer/laptop dan Instalasi Jaringan. CP : 08572 555 2740

Mayta collection

Lapak SANDANGAN

DELAPAN solutions

Solusi desain dan cetak

berkualitas dan harga terjangkau

Bu Wiyarti Catering

Melayani pemesanan :

Nasi Tumpeng, Nasi Box, Arem-arem, Kue basah/kering, dll.

FAJAR - Furniture and Building Solutions

Melayani jasa :

Pembangunan/Renovasi Rumah, pembuatan furniture kayu, las listrik.

Friday, August 25, 2023

Menambahkan Aplikasi yang Akan Otomatis Dijalankan Saat Startup Windows 10

 



  1. Pilih tombol Windows dan gulir untuk menemukan aplikasi yang ingin Anda jalankan saat startup. 

  2. Klik kanan aplikasi, pilih Lainnya, lalu pilih Buka lokasi file. Tindakan ini akan membuka lokasi penyimpanan pintasan aplikasi ini. Jika opsi Buka lokasi file tidak terlihat, berarti aplikasi tersebut tidak dapat dijalankan saat startup.

  3. Saat lokasi file terbuka, tekan tombol logo Windows  + R, ketik shell:startup, lalu pilih OK. Folder Startup akan terbuka.

  4. Salin dan tempel pintasan aplikasi tersebut dari lokasi filenya ke folder Startup .


Sumber : https://support.microsoft.com/id-id/windows/menambahkan-aplikasi-yang-akan-otomatis-dijalankan-saat-startup-windows-10-150da165-dcd9-7230-517b-cf3c295d89dd#:~:text=Saat%20lokasi%20file%20terbuka%2C%20tekan,OK.%20Folder%20Startup%20akan%20terbuka.

Monday, August 14, 2023

NETWORK SUBNETTING

 



Sub-jaringan, atau subnetting adalah pembagian dari IP jaringan. Praktik membagi jaringan menjadi dua atau lebih jaringan disebut subnetting. Semua komputer yang termasuk dalam sebuah subnet dialamatkan dengan bit-group umum, identik, dan paling signifikan dalam alamat IP mereka. Hal ini menyebabkan pembagian logis dari alamat IP ke dua bidang, jaringan atau routing prefix dan sisa field atau pengenal host. Field sisanya adalah pengidentifikasi untuk host tertentu atau antarmuka jaringan.


MEKANISME SUBNETTING

Analogi : 

Analogi Subnetting Pertama

Dianalogikan, Sebuah RW memiliki 40 KK, untuk memudahkan dalam pengelolaan warganya seorang RW harus membagi warganya menjadi beberapa RT. Bayangkan jika seorang RW tidak dibantu oleh RT, akan sangat sulit bagi seorang ketua RW untuk memberikan informasi dan mengelola warganya. Dengan adanya pembagian RW menjadi beberapa RT, akan memudahkan seorang ketua RW mengelola warganya dikarenakan ketua RW hanya perlu berkoordinasi dengan RT tentang bagaimana cara mengelola warganya.


Analogi Subnetting Kedua

Dari pengertian diatas untuk memudahkan kita melakukan subnetting, mari kita persepsikan gambar diatas sama dengan proses subnetting

No RW=No Jaringan / Net ID
No RT=No sub Jaringan / No subnet
Gang=Broadcast
No Rumah=IP Address
Gerbang=Gateway


Hasil Analogi Subnetting


SUBNETMASK

Subnet Mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host (apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar). 


Apa subnet itu :

  • Jaringan fisik independent
  • Berbagi alamat jaringan dengan bagian-bagian lain dari jaringan yang lebih besar
  • Menggunakan bit dari bagian host dari alamat ip/ip address cadangan mereka untuk mendefinisikan alamat subnet/no subnet.


Mengapa menggunakan subnet :

  • Mengontrol trafik jaringan lebih baik
  • Memungkinkan aliran lalu lintas jaringan antara host yang akan dipisahkan, berdasarkan konfigurasi jaringan.
  • Untuk mengatur lalu lintas ip
  • Untuk meningkatkan keamanan jaringan dan kinerjanya dengan mengatur host ke dalam kelompok.


Bagaimana menggunakan subnet :

  • Router digunakan antara subnet jaringan yang berbeda atau untuk mengontrol aliran data atau paket
  • Router tidak lain hanyalah jaringan perangkat keras yang mentransmisikan data berdasarkan kondisi preset transmisi dan keamanan.


Contoh Subnetmask



TUJUAN SUBNETTING

Tujuan dari subnetting adalah sebagai berikut:

  • Untuk mengefisienkan pengalamatan (misal untuk jaringan yang hanya mempunyai 10 host, kalau kita menggunakan kelas C saja terdapat 254 – 10 =244 alamat yang tidak terpakai).
  • Membagi satu kelas network atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
  • Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak. Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
  • Untuk mengatasi masalah perbedaaan hardware dengan topologi fisik jaringan.
  • Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address.
  • Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan daam suatu network, karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik.
  • Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.

FUNGSI SUBNETTING

Fungsi subnetting antara lain :

  • Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan (collision) atau macet.
  • Teroptimasinya unjuk kerja jaringan.
  • Pengelolaan yang disederhanakan.
  • Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh.


PROSES SUBNETTING

Untuk melakukan proses subnetting kita akan melakukan beberapa proses antara lain :

  • Menentukan jumlah subnet yang dihasilkan oleh subnet mask. Jumlah Subnet =  dimana x adalah banyaknya binari 1 pada segmen terakhir IP subnet mask (sesuai dengan kelas IP nya).
  • Menentukan jumlah host per subnet. Jumlah Host per Subnet =  dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada segmen terakhir IP subnet mask (sesuai dengan kelas IP nya).
  • Menentukan Blok Subnet Blok Subnet = 256 – nilai desimal segmen terakhir IP subnet mask (sesuai dengan kelas IP nya)
  • Alamat host dan broadcast yang valid, host pertama adalah satu angka setelah subnet, dan broadcast adalah satu angka sebelum subnet berikutnya.Menentukan alamat broadcast untuk tiap subnet.
  • Menentukan host – host yang valid untuk tiap subnet.


CONTOH SOAL SUBNETTING

Berikut merupakan contoh persoalan dalam proses subnetting dan penyelesaiannya :

Misalnya ditentukan sebuah NETWORK ADDRESS : 192.168.1.XXX/26.


Kelas IP : 192.168.1.XXX oktet awal adalah 192 berarti kelas C, 


Subnet Mask : /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 atau 255.255.255.192 (konversi biner ke desimal)


Jumlah Subnet = 2X

, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada segmen terakhir subnet mask (2 bit “1” disegmen terakhir IP subnet mask dan IP Kelas C). Jadi Jumlah Subnet adalah  = 4 subnet

Jumlah Host per Subnet =, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada segmen terakhir disegmen terakhir IP subnet mask dan IP Kelas C
Jadi jumlah host per subnet adalah = 62 host

Interval Blok Subnet = 256 – nilai desimal segmen terakhir subnet mask = 256 – 192 = 64.
Blok Subnet dimulai dari 0 (Nol) kemudian kelipatan dari Interval Blok Subnet nya yaitu 64. 
Jadi Blok Subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.

Alamat host dan broadcast yang valid dapat langsung dibuat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah satu angka setelah subnet, dan broadcast adalah satu angka sebelum subnet berikutnya

Hasil perhitungan Subnet

Hasil perhitungan Subnet




KLASIFIKASI SUBNETTING IPv4
  1. Classfull

Merupakan sisem pengalamatan IP yang sudah terbagi bagi ke dalam beberapa kelas dengan masing-masing net mask dari tiap kelas sudah diset secara default. Tidak bisa dilakukan subnetting. Pembagian kelas nya sebagai berikut :

ClassOktet PertamaSubnet Mask DefaultPrivate Address
A1 – 127255.0.0.010.0.0.0 – 10.255.255.255
B128 – 191255.255.0.0172.16.0.0 – 172.31.255.255
C192 – 223255.255.255.0192.168.0.0 – 192.168.255.255
D224 – 239
E240 – 255

  1. Classless

Pada IPv4 classless, subnetting dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan, sehingga IPv4 classless ini lebih fleksibel dan efisien. Classless ini menunjukkan Sejumlah bit yang digunakan untuk menunjukkan network disebut “prefix length”. Misalkan : 172.16.4.0/30 menunjukkan bahwa 30 bit menunjukkan network address dan sisanya, 2 bit menunjukkan host.

 


PERBEDAAN VLAN DAN SUBNET

Perbedaan VLAN dan Subnetting

Perbedaan VLAN dan Subnetting


VLAN memungkinkan mengisolasi subnet yang lebih kecil pada satu perangkat. Dengan subnet yang relatif lebih kecil datang perangkat yang lebih sedikit dan ini membuat lalu lintas siaran kurang.Namun, hal ini meningkatkan volume lalu lintas antara jaringan yang bersangkutan yang pada akhirnya akan menyebabkan penggunaan CPU yang lebih tinggi. Hubungan ada antara VLAN dan subnet umumnya 1-1. Artinya, satu subnet dapat biasanya ditugaskan untuk satu VLAN. Namun, mencoba untuk menetapkan satu subnet untuk VLAN tidak akan menjadi perencanaan desain jaringan yang besar.

VLAN dapat disebut sebagai domain penyiaran, subnet dapat disebut sebagai IP subnet. Selain itu, VLAN yang berguna dalam menciptakan subnet IP yang dapat digunakan di daerah geografis yang luas seperti universitas yang menghubungkan fakultas dan departemen. Kemudian, meskipun banyak orang akan berpikir bahwa subnetting lebih aman, umumnya diakui bahwa VLAN lebih efisien. Kesimpulannya, itu harus dicatat bahwa sementara VLAN sebagian besar perangkat lunak berbasis, subnet secara umum hardware berbasis.



Sumber : 
https://it.telkomuniversity.ac.id/subnetting-kenali-pengertian-mekanisme-serta-fungsinya/