Berikut contoh amanat pembina upacara dengan tema “Budaya Datang Terlambat: Masalah Kecil yang Merusak Mentalitas”
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua.
Anak-anakku yang saya banggakan,
Pagi ini saya ingin mengajak kita semua merenungkan satu kebiasaan yang sering dianggap sepele, yaitu datang terlambat. Terlihat sederhana, bahkan kadang dianggap wajar. Namun sesungguhnya, kebiasaan inilah yang perlahan merusak mentalitas dan karakter kita.
Datang terlambat bukan hanya soal waktu, tetapi soal sikap. Sikap terhadap aturan, terhadap orang lain, dan terhadap tanggung jawab diri sendiri. Ketika kita terbiasa datang terlambat, kita sedang melatih diri untuk menyepelekan komitmen.
Anak-anakku,
Sering kali kita memiliki banyak alasan: bangun kesiangan, jarak rumah jauh, atau kegiatan lain yang dianggap lebih penting. Namun perlu kita sadari, orang yang berhasil bukanlah orang yang memiliki alasan terbanyak, melainkan orang yang mampu mengatur dirinya dengan baik.
Budaya datang tepat waktu melatih kita untuk menghargai usaha orang lain. Guru telah mempersiapkan pelajaran, petugas upacara telah berlatih, dan teman-teman telah menunggu. Ketika kita datang terlambat, sesungguhnya kita sedang mengabaikan semua itu.
Jika kebiasaan terlambat terus dibiarkan, maka kelak kita akan terbiasa menunda, tidak konsisten, dan sulit dipercaya. Padahal dunia di luar sekolah sangat menghargai ketepatan waktu dan tanggung jawab.
Mari kita ubah kebiasaan kecil ini mulai hari ini. Bangun lebih awal, persiapkan diri lebih baik, dan tanamkan dalam hati bahwa datang tepat waktu adalah bentuk disiplin dan penghargaan terhadap diri sendiri.
Semoga kita semua mampu meninggalkan budaya datang terlambat dan membangun karakter yang disiplin, bertanggung jawab, dan siap menghadapi masa depan.
Terima kasih atas perhatian anak-anakku.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.







0 komentar:
Post a Comment