CROSSCOL

ISI CROSSCOL

SURYAONE multi solutions

Belajar berUsaha apa saja yang penting BERMANFAAT dan HALAL

SURYA bengkel komputer

Servis komputer/laptop dan Instalasi Jaringan. CP : 08572 555 2740

Mayta collection

Lapak SANDANGAN

DELAPAN solutions

Solusi desain dan cetak

berkualitas dan harga terjangkau

Bu Wiyarti Catering

Melayani pemesanan :

Nasi Tumpeng, Nasi Box, Arem-arem, Kue basah/kering, dll.

FAJAR - Furniture and Building Solutions

Melayani jasa :

Pembangunan/Renovasi Rumah, pembuatan furniture kayu, las listrik.

Showing posts with label ADMINISTRASI INFRASTRUKTUR JARINGAN (AIJ). Show all posts
Showing posts with label ADMINISTRASI INFRASTRUKTUR JARINGAN (AIJ). Show all posts

Tuesday, February 10, 2026

KONFIGURASI MIKROTIK TES KOMPETENSI 2025

KONFIGURASI MIKROTIK
TES KOMPETENSI 2025



1. Konfigurasi identitas Router

    - System > identity : Mikrotik_No_Nama



2. Konfigurasi nama interface

    - Interfaces [+]Add

    - ether1_INET

    - ether2_KANTOR

    - wlan1_HOTSPOT (enable)



3. Konfigurasi DHCP Client

    - IP > DHCP Client[+]Add > Interface : ether1_INET




4. Konfigurasi IP Address

    - IP > Addresses > [+]Add

    - ether2_KANTOR : 192.168.20.1/28

    - wlan1_HOTSPOT : 192.168.50.1/24

   

5. Konfigurasi NAT

    - IP > Firewall > NAT > [+]Add

    - General > Chain: srcnat > Out. Interface : ether1_INET


    - Action > masquerade


6. 
Konfigurasi DHCP Server

    - IP > DHCP Server > [DHCP Setup]

    - Konfigurasi DHCP Server untuk interface ether2_KANTOR

    - Pastikan Relay TIDAK TERISI

    - Warna merah hanya karena belum ada client


5. Konfigurasi Interface wlan

    - Wireless > Security Profiles

    - Pass : 12345678



    - Wireless > WiFi Interfaces > wireless

    - Mode                : ap bridge

    - SSID                : UKK_NoAbsen_NAMA

    - Security Profile    : profile1



6. Konfigurasi HOTSPOT

    - IP > Hotspot > [Hotspot Setup]

    - HotSpot Interface          : wlan1_HOTSPOT

    - Local Address of Network   : 192.168.50.1/24

    - Address Pool of Network    : 192.168.50.10 – 192.168.50.50

    - DNS Servers                : 192.168.50.1

    - DNS Name                   : portalsmk.sch.id



    - User Profiles :


     + Name: uprof1_KS > Rate Limit: 3m/3mShared Users: 1

     + Name: Uprof2_Guru > Rate Limit: 2m/2m > Shared Users: 10

     + Name: Uprof3_Siswa > Rate Limit: 1m/1m > Shared Users: 36


    - Users:


     + Name: 
kepalasekolah > Password: 123 > Pofile: uprof1_KS

     + Name: guru1 > Password: 456 > Profile: uprof2_Guru

     + Name: guru2 > Password: 456 > Profile: uprof2_Guru

     + Name: siswa1 > Password: 789 > Profile: uprof3_Siswa

     + Name: siswa2 > Password: 789 > Profile: uprof3_Siswa




Tuesday, January 23, 2024

METODE LOAD BALANCING




Jika membicarakan terkait cara kerja algoritmanya, load balancing memiliki beberapa prosedur dalam mengoperasikan sistem pembagian beban trafik, di antaranya:


1. Round Robin

Round robin merupakan cara kerja load balancing paling sederhana dan banyak digunakan. Metode ini menyalurkan beban secara berurutan dari server satu ke server lainnya, sehingga menciptakan sistem putaran atau rotasi.

Misalkan, jika perusahaan kamu mempunyai tiga server, maka permintaan pelanggan pertama akan disalurkan ke server satu terlebih dahulu. Lalu, permintaan kedua diberikan pada server dua, dan begitu seterusnya.


2. Ratio

Seperti namanya, metode ini memungkinkan pendistribusian beban server berdasar atas jumlah rasio yang ada pada server terkait. Sehingga, semakin besar rasio milik suatu server, maka semakin banyak pula penyaluran beban terhadap server tersebut.


3. IP Hash

Ada pula metode IP Hash, dimana penyaluran permintaan akses ke suatu server ditentukan berdasar data terkait incoming packet atau IP, mulai dari port number, alamat IP destinasi, domain, atau URL. Bisa dibilang, IP tersebutlah yang menentukan ke server mana permintaan data tersebut diberikan.


4. Least Connection

Metode lainnya dari load balancing adalah least connection, yaitu penyaluran beban trafik berdasar server dengan jumlah koneksi paling sedikit dari seluruh server yang ada. Artinya, metode least connection akan membaca beban setiap server guna menghindari overload.


5. Least Bandwidth

Selain itu, ada juga metode least bandwidth, yakni pendistribusian beban trafik berdasar server dengan jumlah jaringan paling kecil pada ukuran megabit per detik (Mbps). Dalam hal ini, load balancer akan menyalurkan permintaan pelanggan ke server yang memiliki trafik Mbps terendah.


6. Fastest Response Time

Metode terakhir dari load balancing adalah fastest response time. Pada sistem ini, load balancer akan membagikan trafik kepada suatu server dengan jaringan paling cepat dalam menanggapi permintaan perangkat.





Sumber : 

https://www.jagoanhosting.com/blog/load-balancing-adalah/

Wednesday, January 10, 2024

MENGGABUNGKAN DUA SUMBER INTERNET (LOAD BALANCING)

 


MENGGABUNGKAN DUA SUMBER INTERNET MENGGUNAKAN MIKROTIK ROUTER BOARD

Sekarang semakin banyak penggunaan akses internet. Kadang tak cukup satu sumber internet untuk kebutuhan akses. Dan pentingnya memiliki beberapa sumber internet adalah sebagai cadangan atau backup ketika salah satu sumber internet putus atau disconnect.

Target konfigurasi kali ini adalah :
  1. Kecepatan akses dua sumber internet menjadi satu 15Mb (jumlah 5Mb + 10Mb)
  2. Jika sumber ISP1 off, client masih terkoneksi dengan sumber internet ISP2 (10Mb)
  3. Jika sumber ISP2 off, client masih terkoneksi dengan sumber internet ISP1 (5Mb)


KETENTUAN NETWORK

NETWORK ISP1   : 192.168.100.0/24
GATEWAY ISP1    : 192.168.100.1

NETWORK ISP2   : 192.168.200.0/24
GATEWAY ISP2    : 192.168.200.1



KONFIGURASI INTERFACE




KONFIGURASI NAT


/ip firewall nat
add action=masquerade chain=srcnat out-interface=ether1_ISP1
add action=masquerade chain=srcnat out-interface=ether2_ISP2


KONFIGURASI MANGLE


Mangle 0 :
Chain = input
In. Interface = ether1_ISP1
Action = mark connection
New Connection Mark = ISP1CON

Mangle 1 :
Chain = input
In. Interface = ether2_ISP2
Action = mark connection
New Connection Mark = ISP2CON

Mangle 2 :
Chain = output
Connection Mark = ISP1CON
Action = mark routing
New Rounting Mark = ISP1

Mangle 3 :
Chain = output
Connection Mark = ISP2CON
Action = mark routing
New Rounting Mark = ISP2


/ip firewall mangle
add action=mark-connection chain=input in-interface=ether1_ISP1 \
    new-connection-mark=ISP1CON passthrough=yes
add action=mark-connection chain=input in-interface=ether2_ISP2 \
    new-connection-mark=ISP2CON passthrough=yes
add action=mark-routing chain=output connection-mark=ISP1CON \
    new-routing-mark=ISP1 passthrough=yes
add action=mark-routing chain=output connection-mark=ISP2CON \
    new-routing-mark=ISP2 passthrough=yes


KONFIGURASI ROUTE





/ip route
add check-gateway=ping distance=1 gateway=192.168.100.1 routing-mark=ISP1
add check-gateway=ping distance=1 gateway=192.168.200.1 routing-mark=ISP2
add distance=1 gateway=192.168.100.1,192.168.200.1

SPEEDTEST












Wednesday, December 13, 2023

KONFIGURASI LIMITER BANDWIDTH PADA USER PROFIL HOTSPOT MIKROTIK




Burst adalah Cara untuk Bagaimana kita bisa mengalokasikan bandwith tambahan diatas nilai Max-Limit yang telah kita tentukan sebelumnya kepada client yang Tidak Menggunakan bandwith secara terus-menerus.

Siapa yang nantinya dapat menikmati Speed Brust ini? – Client yang dia hanya Browsing sekali, klik browsing, kemudian dia baca hasil browsing nya. Itu kan berarti bandwith nya tidak terpakai secara terus-menerus (berbeda dengan yang sedang download). Maka, client-client seperti itulah yang akan bisa merasakan enaknya Brust.

Jadi misalnya, Max Limit nya adalah 1M/1M tiap user client, maka kita bisa alokasikan untuk client yang Tidak download terus-terusan (tidak menggunakan bandwith terus-menerus), dia bisa Brust sampai ke 2500k/2500k


Ada Tiga Hal / Tiga Parameter Utama untuk Sistem Brust ini, yaitu :

1. Burst Limit = Nilainya selalu berada di atas Max. Limit. Dimana di Warkop Salira, Burst Limit nya adalah 2500k/2500k, sedangkan Max. Limit nya ada di 1M/1M.

2. Burst Threshold = adalah Nilai yang dipakai untuk membandingkan Apakah rata-rata penggunaan bandwith si client itu diatas “Burst Threshold” atau dibawah “Burst Threshold”.

Misalnya untuk Burst Threshold adalah 1250k/1250k. 

  • Jadi, jika rata-rata penggunaan BW si client tersebut masih di bawah nilai 1250k/1250k, maka dia akan mendapatkan Speed Burst Limit yaitu 2500k/2500k. 
  • TETAPI jika rata-rata penggunaan speednya adalah di atas Burst Threshold (1250k/1250k), maka dia hanya akan mendapatkan speed sebesar Max. Limit (1M/1M) saja.

Jadi, Burst Threshold inilah yang akan mengkalkulasi apakah client tersebut boleh Naik ke Burst Limit atau Cukup hanya sampai Max Limit.

3. Burst Time = adalah Rentang Waktu yang digunakan oleh Router Mikrotik untuk menghitung rata-rata penggunaan Bandwith si client.

Contoh Burst Time nya adalah 20 detik, berarti Rata-rata penggunaan nya dihitung dalam 20 detik terakhir. Jika dari perhitungan rata-rata dengan 20 detik tersebut, rata-rata BW si client melebihi nilai Burst Threshold (yaitu 1250k/1250k), karena dia sedang download sesuatu misalnya, maka Kecepatan si client tersebut akan diturunakn dari Nilai Brust Limit (yaitu 2500k/2500k) ke Nilai Max Limit (yaitu 1M/1M). Tetapi jika dari perhitungan rata-rata menggunakan angka 20 detik terakhir tersebut, ternyata rata-rata penggunaan BW si client itu di bawah Brust Threshold (yaitu di bawah 1250k/1250k) misalnya karena dia Hanya melakukan aktifitas Browsing baca Berita di Situs Berita, maka dia akan tetap mendapatkan Kecepatan senilai Brust Limit yaitu 2500k/2500k.


Catatan :

Walaupun belum mencapai 20 detik, tetapi jika rata-rata penggunaan BW si client sudah menyentuh nilai Burst Threshold, maka kecepatan si client akan diturunkan menjadi ke nilai Max. Limit.


Contoh : 

Untuk Speed 1M/1M :
1M/1M 2500k/2500k 1250k/1250k 20/20 8 256k/256k

Untuk Speed 2M/2M :
2M/2M 5M/5M 2500k/2500k 20/20 8 256k/256k

Untuk Speed 3M/3M :
3M/3M 7500k/7500k 3750k/3750k 20/20 8 256k/256k

Keterangan untuk Speed 1M/1M :

1M/1M = Max Limit
2500k/2500k = Burst Limit
1250k/1250k = Burst Threshold
20/20 = Burst Time
8 = Priority
256k/256k = Limit At

Contoh limitasi user di sekolah:

Guru :
5M/5M 10M/10M 7M/7M 8/8 1 3M/3M

Siswa : 
3M/3M 5M/5M 4M/4M 8/8 8 2500k/2500k

Tamu :
2M/2M 4M/4M 3M/3M 8/8 8 1M/1M


Sumber : 
https://langsungviral.com/2019/11/21/share-nilai-brust-yang-diterapkan-di-wifi-hotspot-warkop-salira/#google_vignette

Wednesday, November 1, 2023

TUGAS PRAKTIK DEMONSTRASI SERTIFIKASI KOMPETENSI TKJ 2022/2023


KLASTER 01

Skenario:

Dalam rangka mencapai kualifikasi sebagai seorang Junior Teknisi komputer, anda mendapat tugas untuk Instalasi Jaringan Komputer Berbasis Kabel

Untuk mendukung pencapaian hasil sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan anda diperlengkapi peralatan : Komputer, Printer, alat tulis, daftar pengguna, crimping tools, LAN tester, Kabel UTP, RJ45.

Dalam pelaksanaannya harap memperhatikan SOP 


Langkah Kerja / Instruksi Kerja:

1. Mengumpulkan Kebutuhan Teknis Pengguna yang Menggunakan Jaringan

2. Mengumpulkan Data Peralatan Jaringan dengan Teknologi yang Sesuai

3. Menyiapkan Kabel Jaringan

4. Memasang Kabel Jaringan



KLASTER 02

Skenario:
Dalam rangka mencapai kualifikasi sebagai seorang teknisi administrator jaringan, anda mendapat tugas mengkonfigurasi perangkat jaringan Komputer

Untuk mendukung pencapaian hasil sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan anda diperlengkapi peralatan : Komputer yang terhubung ke internet, router, kabel UTP, toolkid, label nama terkait:
  • Topologi  jaringan yang membutuhkan perangkat baru ditentukan.
  • Daftar perangkat jaringan dan rancangan kapasitasnya dibuat 
  • Perangkat komputer yang akan terhubung ke jaringan dipersiapkan
  • Daftar perangkat jaringan yang dapat memenuhi kebutuhan dari berbagai vendor dibuat
  • Rentang kapasitas yang mencakup perangkat jaringan yang ada di pasaran dituliskan.
  • Nilai kapasitas yang dapat dipenuhi oleh beberapa vendor ditentukan.
  • Dokumen spesifikasi perangkat jaringan dibuat.
  • Spesifikasi yang sesuai dengan pasar dan kebutuhan dikumpulkan.
  • Kebutuhan detail dari perangkat ditetapkan sesuai dengan kebutuhan jaringan saat ini dan masa yang akan datang.
  • Kapasitas jaringan saat ini dan masa yang  akan  datang  ditetapkan  sesuai dengan kebutuhan jumlah pengguna saat ini dan masa yang akan datang.
  • Kebutuhan keamanan dan manajemen jaringan ditetapkan sesuai dengan kebutuhan jaringan
  • Perangkat dengan fitur yang tepat dipilih berdasarkan kebutuhan teknis
  • Perangkat dipasang sesuai dengan kebutuhan teknis
  • Perangkat nirkabel dikonfigurasi untuk dapat  berinteraksi dengan perangkat jaringan lainnya
  • Rencana pengujian ditetapkan berdasarkan standar pengujian yang berlaku.
  • Penyesuaian jaringan dilakukan sesuai dengan hasil pengujian
  • Ruang lingkup jaringan diidentifikasi sesuai dengan usulan
  • Besarnya kapasitas jaringan dihitungberdasarkan kebutuhan bisnis
  • Besaran bandwidth setiap segmen telah ditentukan
  • Topologi lokasi penempatan perangkat jaringan telah dipilih dengan mempertimbangkan jarak dan jumlah pengguna
  • Fitur-fitur fisik dipertimbangkan sebagai hasil dari desain jaringan
  • Peta  jaringan  sesuai  dengan  keadaan gedung/lapangan dibuat
  • Rancangan kebutuhan perkabelan disusun
  • Biaya keseluruhan diperhitungkan
  • Analisis proyeksi pengembangan jaringan dibuat.
  • Sistem  operasi  yang  berjalan  di jaringan diidentifikasi
  • Informasi cara menginstal dan mengkonfigurasi jaringan pada sistem operasi yang dipakai dikumpulkan
  • Jumlah node (host) jaringan ditentukan berdasarkan kebutuhan pengguna
  • Kelas  atau  segmen  alamat  jaringan ditentukan berdasarkan besarnya jumlah node (host) jaringan
  • Node atau perangkat jaringan diberi alamat jaringan
  • Alamat  masing-masing  node  atau perangkat jaringan dicatat
  • Dokumentasi pengalamatan jaringan dibuat.

Dalam pelaksanaannya harap memperhatikan :
  • SOP 
  • Buku Manual book
  • Soal yang digunakan terlampir 

Langkah Kerja / Instruksi Kerja:
  • Menyiapkan perangkat jaringan
  • Mengkonfigurasi swtich manageable pada perangkat jaringan
  • Menguji swtich manageable pada perangkat jaringan
  • Mendokumentasikan konfigurasi swtich manageable
Judul Tugas : Rancang Bangun Jaringan Berbasis Kabel dan Nirkabel dengan VLAN dan Routing

Langkah Kerja :
Dalam kegiatan uji kompetensi ini anda bertindak sebagai Teknisi Jaringan. Tugas anda sebagai teknisi adalah merancang bangun dan mengkonfigurasi sebuah jaringan. Wifi Router berfungsi sebagai Gateway Internet, Hotspot, DHCP server, dan Bandwidth Limiter, kemudian internet tersebut dishare ke client melalui jalur kabel (non hotspot) dan wireless (hotspot). Dengan konfigurasi sebagai berikut:
  • Identifikasi dan buatlah daftar kebutuhan jaringan
  • Buatlah spesifikasi perangkat yang dibutuhkan
  • Buatlah spesifikasi topologi jaringan
  • Konfigurasi Wifi Routerboard dengan ketentuan sebagai berikut:

Konfigurasi VLAN pada Ether2 dengan ketentuan:

VLAN 1
VLAN ID : 10
Name : siswa

VLAN 2
VLAN ID : 20
Name : guru

Konfigurasi 
Ether 1:
- IP Ether1 : Sesuai dengan Network yang diberikan ISP
- Gateway : Sesuai dengan IP yang diberikan ISP

Ether 2 digunakan untuk jaringan LAN:
VLAN 1
IP VLAN 1 : 192.168.40.1/24
DHCP Pool : 192.168.40.10 – 192.168.40.50
VLAN 2
IP VLAN 2 : 192.168.60.1/24
DHCP Pool : 192.168.60.10 – 192.168.60.50

Konfigurasi VLAN pada Routerboard dengan ketentuan seperti berikut:
  • Port 1 terhubung ke Wifi Routerboard dan difungsikan sebagai port trunk
  • Port 2 terhubung ke VLAN 1
  • Port 3 terhubung ke VLAN 2
  • Gunakan mode VLAN secure dan logika “always-strip”
  • Lakukan persiapan dan pemasangan kabel jaringan
  • Lakukan pengujian pada seluruh client pada jaringan, dengan ketentuan sebagai berikut:
Client PC jaringan kabel:
- Terhubung dengan port 2
- IP Address : DHCP
- Sistem operasi : Windows

Client Laptop jaringan kabel:
- Terhubung dengan port 3
- IP Address : DHCP
- Sistem operasi : Windows

GAMBAR KERJA :





 KLASTER 03

Skenario:
Dalam rangka mencapai kualifikasi sebagai seorang Junior administrator jaringan, anda mendapat tugas mengkonfigurasi Routing Pada perangkat jaringan Komputer

Untuk mendukung pencapaian hasil sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan anda diperlengkapi peralatan : Perangkat jaringan yang akan dikonfigurasi routing-nya, Komputer, Kabel console terkait:
  • Konfigurasi routing diidentifikasi.
  • Akses konfigurasi ke perangkat jaringan ditentukan
  • Interface pada router dikonfigurasi.
  • Hubungan antar router dikonfigurasi.
  • Routing diaktifkan pada router.
  • Default routing dikonfigurasi.
  • Koneksi antar perangkat yang terhubung ke jaringan dibangun.
  • Koneksi perangkat yang terhubung ke jaringan dengan perangkat lain di luar jaringan yang telah valid dicoba melalui default routing.
  • Hasil percobaan default routing diidentifikasi.
  • Konfigurasi routing disimpan.
  • Dokumentasi konfigurasi routing  dibuat.

Dalam pelaksanaannya harap memperhatikan :
  • SOP 
  • Buku Manual book
  • Topologi Jaringan yang digunakan terlampir 

Langkah Kerja / Instruksi Kerja:
  • Menyiapkan perangkat jaringan
  • Mengkonfigurasi router pada perangkat jaringan
  • Menguji routing pada perangkat jaringan
  • Mendokumentasikan konfigurasi routing

Lampiran Topologi Jaringan 
 

Judul Tugas : Rancang Bangun Jaringan Berbasis Kabel dan Nirkabel dan Routing

Langkah Kerja :
Dalam kegiatan uji kompetensi ini anda bertindak sebagai Teknisi Jaringan. Tugas anda sebagai teknisi adalah merancang bangun dan mengkonfigurasi sebuah jaringan. Wifi Router berfungsi sebagai Gateway Internet, Hotspot, DHCP server, dan Bandwidth Limiter, kemudian internet tersebut dishare ke client melalui jalur kabel (non hotspot) dan wireless (hotspot).

WLAN :
- IP WLAN : 192.168.20.1/24
- SSID : UKK_No Absen
- Password : 12345678
- DHCP Pool : 192.168.20.10 – 192.168.20.50
- Hotspot : alamat login hotspot = portalsmk.sch.id
- Buatlah 3 user dengan ketentuan seperti berikut:


Username           Password           Kecepatan

kepalasekolah       123                      512 kbps

guru                     456                     256 kbps

siswa                    789                     128 kbps
 

Konfigurasi VLAN pada Routerboard dengan ketentuan seperti berikut:
1) Port 1 terhubung ke Wifi Routerboard dan difungsikan sebagai port trunk
2) Port 2 terhubung ke VLAN 1
3) Port 3 terhubung ke VLAN 2
4) Gunakan mode VLAN secure dan logika “always-strip”


Tahap Selanjutnya
  • Pasang perangkat sesuai dengan desain topologi yang telah ditentukan
  • Lakukan pemasangan Routerboard
  • Lakukan persiapan dan pemasangan kabel jaringan
  • Lakukan pengujian pada seluruh client pada jaringan, dengan ketentuan sebagai berikut:
Client PC jaringan kabel:
- Terhubung dengan port 2
- IP Address : DHCP
- Sistem operasi : Windows

Client Laptop jaringan kabel:
- Terhubung dengan port 3
- IP Address : DHCP
- Sistem operasi : Windows

Client jaringan wireless:
- IP Address : DHCP
- Sistem operasi : Android / IOS



Monday, August 14, 2023

NETWORK SUBNETTING

 



Sub-jaringan, atau subnetting adalah pembagian dari IP jaringan. Praktik membagi jaringan menjadi dua atau lebih jaringan disebut subnetting. Semua komputer yang termasuk dalam sebuah subnet dialamatkan dengan bit-group umum, identik, dan paling signifikan dalam alamat IP mereka. Hal ini menyebabkan pembagian logis dari alamat IP ke dua bidang, jaringan atau routing prefix dan sisa field atau pengenal host. Field sisanya adalah pengidentifikasi untuk host tertentu atau antarmuka jaringan.


MEKANISME SUBNETTING

Analogi : 

Analogi Subnetting Pertama

Dianalogikan, Sebuah RW memiliki 40 KK, untuk memudahkan dalam pengelolaan warganya seorang RW harus membagi warganya menjadi beberapa RT. Bayangkan jika seorang RW tidak dibantu oleh RT, akan sangat sulit bagi seorang ketua RW untuk memberikan informasi dan mengelola warganya. Dengan adanya pembagian RW menjadi beberapa RT, akan memudahkan seorang ketua RW mengelola warganya dikarenakan ketua RW hanya perlu berkoordinasi dengan RT tentang bagaimana cara mengelola warganya.


Analogi Subnetting Kedua

Dari pengertian diatas untuk memudahkan kita melakukan subnetting, mari kita persepsikan gambar diatas sama dengan proses subnetting

No RW=No Jaringan / Net ID
No RT=No sub Jaringan / No subnet
Gang=Broadcast
No Rumah=IP Address
Gerbang=Gateway


Hasil Analogi Subnetting


SUBNETMASK

Subnet Mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host (apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar). 


Apa subnet itu :

  • Jaringan fisik independent
  • Berbagi alamat jaringan dengan bagian-bagian lain dari jaringan yang lebih besar
  • Menggunakan bit dari bagian host dari alamat ip/ip address cadangan mereka untuk mendefinisikan alamat subnet/no subnet.


Mengapa menggunakan subnet :

  • Mengontrol trafik jaringan lebih baik
  • Memungkinkan aliran lalu lintas jaringan antara host yang akan dipisahkan, berdasarkan konfigurasi jaringan.
  • Untuk mengatur lalu lintas ip
  • Untuk meningkatkan keamanan jaringan dan kinerjanya dengan mengatur host ke dalam kelompok.


Bagaimana menggunakan subnet :

  • Router digunakan antara subnet jaringan yang berbeda atau untuk mengontrol aliran data atau paket
  • Router tidak lain hanyalah jaringan perangkat keras yang mentransmisikan data berdasarkan kondisi preset transmisi dan keamanan.


Contoh Subnetmask



TUJUAN SUBNETTING

Tujuan dari subnetting adalah sebagai berikut:

  • Untuk mengefisienkan pengalamatan (misal untuk jaringan yang hanya mempunyai 10 host, kalau kita menggunakan kelas C saja terdapat 254 – 10 =244 alamat yang tidak terpakai).
  • Membagi satu kelas network atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
  • Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak. Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
  • Untuk mengatasi masalah perbedaaan hardware dengan topologi fisik jaringan.
  • Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address.
  • Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan daam suatu network, karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik.
  • Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.

FUNGSI SUBNETTING

Fungsi subnetting antara lain :

  • Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan (collision) atau macet.
  • Teroptimasinya unjuk kerja jaringan.
  • Pengelolaan yang disederhanakan.
  • Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh.


PROSES SUBNETTING

Untuk melakukan proses subnetting kita akan melakukan beberapa proses antara lain :

  • Menentukan jumlah subnet yang dihasilkan oleh subnet mask. Jumlah Subnet =  dimana x adalah banyaknya binari 1 pada segmen terakhir IP subnet mask (sesuai dengan kelas IP nya).
  • Menentukan jumlah host per subnet. Jumlah Host per Subnet =  dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada segmen terakhir IP subnet mask (sesuai dengan kelas IP nya).
  • Menentukan Blok Subnet Blok Subnet = 256 – nilai desimal segmen terakhir IP subnet mask (sesuai dengan kelas IP nya)
  • Alamat host dan broadcast yang valid, host pertama adalah satu angka setelah subnet, dan broadcast adalah satu angka sebelum subnet berikutnya.Menentukan alamat broadcast untuk tiap subnet.
  • Menentukan host – host yang valid untuk tiap subnet.


CONTOH SOAL SUBNETTING

Berikut merupakan contoh persoalan dalam proses subnetting dan penyelesaiannya :

Misalnya ditentukan sebuah NETWORK ADDRESS : 192.168.1.XXX/26.


Kelas IP : 192.168.1.XXX oktet awal adalah 192 berarti kelas C, 


Subnet Mask : /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 atau 255.255.255.192 (konversi biner ke desimal)


Jumlah Subnet = 2X

, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada segmen terakhir subnet mask (2 bit “1” disegmen terakhir IP subnet mask dan IP Kelas C). Jadi Jumlah Subnet adalah  = 4 subnet

Jumlah Host per Subnet =, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada segmen terakhir disegmen terakhir IP subnet mask dan IP Kelas C
Jadi jumlah host per subnet adalah = 62 host

Interval Blok Subnet = 256 – nilai desimal segmen terakhir subnet mask = 256 – 192 = 64.
Blok Subnet dimulai dari 0 (Nol) kemudian kelipatan dari Interval Blok Subnet nya yaitu 64. 
Jadi Blok Subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.

Alamat host dan broadcast yang valid dapat langsung dibuat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah satu angka setelah subnet, dan broadcast adalah satu angka sebelum subnet berikutnya

Hasil perhitungan Subnet

Hasil perhitungan Subnet




KLASIFIKASI SUBNETTING IPv4
  1. Classfull

Merupakan sisem pengalamatan IP yang sudah terbagi bagi ke dalam beberapa kelas dengan masing-masing net mask dari tiap kelas sudah diset secara default. Tidak bisa dilakukan subnetting. Pembagian kelas nya sebagai berikut :

ClassOktet PertamaSubnet Mask DefaultPrivate Address
A1 – 127255.0.0.010.0.0.0 – 10.255.255.255
B128 – 191255.255.0.0172.16.0.0 – 172.31.255.255
C192 – 223255.255.255.0192.168.0.0 – 192.168.255.255
D224 – 239
E240 – 255

  1. Classless

Pada IPv4 classless, subnetting dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan, sehingga IPv4 classless ini lebih fleksibel dan efisien. Classless ini menunjukkan Sejumlah bit yang digunakan untuk menunjukkan network disebut “prefix length”. Misalkan : 172.16.4.0/30 menunjukkan bahwa 30 bit menunjukkan network address dan sisanya, 2 bit menunjukkan host.

 


PERBEDAAN VLAN DAN SUBNET

Perbedaan VLAN dan Subnetting

Perbedaan VLAN dan Subnetting


VLAN memungkinkan mengisolasi subnet yang lebih kecil pada satu perangkat. Dengan subnet yang relatif lebih kecil datang perangkat yang lebih sedikit dan ini membuat lalu lintas siaran kurang.Namun, hal ini meningkatkan volume lalu lintas antara jaringan yang bersangkutan yang pada akhirnya akan menyebabkan penggunaan CPU yang lebih tinggi. Hubungan ada antara VLAN dan subnet umumnya 1-1. Artinya, satu subnet dapat biasanya ditugaskan untuk satu VLAN. Namun, mencoba untuk menetapkan satu subnet untuk VLAN tidak akan menjadi perencanaan desain jaringan yang besar.

VLAN dapat disebut sebagai domain penyiaran, subnet dapat disebut sebagai IP subnet. Selain itu, VLAN yang berguna dalam menciptakan subnet IP yang dapat digunakan di daerah geografis yang luas seperti universitas yang menghubungkan fakultas dan departemen. Kemudian, meskipun banyak orang akan berpikir bahwa subnetting lebih aman, umumnya diakui bahwa VLAN lebih efisien. Kesimpulannya, itu harus dicatat bahwa sementara VLAN sebagian besar perangkat lunak berbasis, subnet secara umum hardware berbasis.



Sumber : 
https://it.telkomuniversity.ac.id/subnetting-kenali-pengertian-mekanisme-serta-fungsinya/