✨Amanat Pembina Upacara✨
"Memungut Sampah Tidak Menunggu Perintah"
Ananda yang Bapak/Ibu banggakan,
Memungut sampah mungkin tidak akan membuat Ananda mendapatkan tepuk tangan. Tidak selalu dipuji. Bahkan bisa saja tidak ada satu pun yang memperhatikan. Namun tahukah Ananda? Apa yang Ananda lakukan itu bukan perbuatan kecil.
Memungut sampah yang dilakukan dengan sadar dan tulus adalah amal kebaikan. Amal yang tidak diumumkan, tetapi dicatat oleh malaikat. Bukan sekadar dicatat, melainkan dicatat pada tingkatan yang sangat tinggi, yaitu ikhlas. Berbuat baik karena Allah, bukan karena ingin dipuji manusia.
Ananda yang Bapak/Ibu cintai,
Sampah memang kotor. Ia menjijikkan. Ia sering dihindari. Tetapi orang yang mau memungut sampah bukanlah orang yang kotor. Justru dialah orang yang paling bersih—bersih hatinya, bersih niatnya, dan bersih akhlaknya.
Karakter sejati bukan terlihat saat banyak orang menonton, tetapi saat tidak ada yang melihat. Ketika Ananda menunduk memungut sampah tanpa disuruh, di situlah Ananda sedang berlatih menjadi pribadi yang mulia.
Ingatlah,
Allah mencintai hamba yang melakukan kebaikan walau kecil, walau sunyi, walau tanpa sorotan. Satu langkah kecil Ananda hari ini bisa menjadi pemberat timbangan kebaikan kelak.
Maka mulai hari ini, jangan remehkan kebaikan sederhana.
Jika melihat sampah, pungutlah.
Bukan karena aturan.
Bukan karena guru.
Tetapi karena hati Ananda sudah terlatih untuk peduli.
Mari kita tanamkan satu keyakinan dalam diri:
Yang kotor itu sampahnya,
yang bersih itu orang yang memungutnya.
Semoga dari kebiasaan kecil ini, Ananda tumbuh menjadi generasi yang bersih lahir dan batin, kuat karakter, dan tinggi keikhlasannya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.







0 komentar:
Post a Comment