Amanat pembina upacara tentang "Adab lebih penting dari pada nilai"
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi, yang saya hormati, Bapak/Ibu Guru, serta teman-teman sekalian yang saya banggakan. Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya untuk menyampaikan beberapa kata mengenai hal yang sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari, yaitu mengenai adab.
Adab, atau tata krama, adalah suatu hal yang sangat mulia. Adab bukan hanya tentang cara kita berbicara atau bersikap kepada orang lain, tetapi juga cara kita menghargai dan menghormati orang lain serta lingkungan sekitar kita. Namun, saat ini, sering kali kita terjebak pada pandangan bahwa nilai atau prestasi adalah hal yang paling penting. Ada yang berlomba-lomba untuk mendapatkan nilai tinggi, tetapi melupakan adab dalam keseharian mereka.
Anak-anakku sekalian, nilai memang penting. Nilai adalah indikator dari seberapa banyak pengetahuan yang kita miliki. Namun, adab jauh lebih penting dari sekadar angka atau pencapaian akademis. Mengapa? Karena adab menunjukkan karakter kita, bagaimana kita dipandang oleh orang lain, dan bagaimana kita membentuk hubungan yang baik dengan sesama.
Jika kita hanya mengejar nilai, namun tidak memiliki adab yang baik, maka kita akan kehilangan esensi dari pendidikan itu sendiri. Pendidikan bukan hanya tentang menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk kepribadian yang mulia. Orang yang beradab akan selalu dihormati dan disegani oleh orang lain, karena mereka tahu bagaimana bersikap dengan bijak dan penuh penghormatan.
Lebih jauh lagi, adab bukan hanya mencakup bagaimana kita bersikap kepada orang lain, tetapi juga kepada diri kita sendiri. Bagaimana kita menjaga perilaku, bagaimana kita merawat pikiran dan hati kita agar tetap bersih dan positif. Ketika kita memiliki adab yang baik, kita tidak hanya menghormati orang lain, tetapi juga menjaga kehormatan diri kita.
Anak-anakkuku sekalian, mungkin kita semua pernah mendengar pepatah yang mengatakan, "Budi pekerti yang baik adalah sumber dari segala kebaikan." Hal ini benar adanya. Seorang yang beradab, meskipun tidak memiliki nilai terbaik, tetap akan sukses dalam hidupnya karena mereka mampu menjaga hubungan baik dengan orang lain dan memiliki sikap yang positif dalam setiap aspek kehidupan.
Mari kita mulai untuk lebih memperhatikan adab kita. Adab kepada guru, adab kepada teman, adab kepada orang tua, dan adab kepada diri sendiri. Jangan biarkan nilai semata-mata menjadi patokan kita dalam hidup. Jadilah pribadi yang berbudi pekerti luhur, yang tidak hanya mengutamakan pencapaian materi, tetapi juga menghargai dan memuliakan adab.
Akhir kata, semoga kita semua bisa menjadikan adab sebagai bagian penting dalam perjalanan hidup kita. Semoga kita tidak hanya pandai dalam nilai, tetapi juga bijak dalam bersikap dan berbudi pekerti.
Terima kasih atas perhatian teman-teman semua. Semoga Allah SWT selalu memberi kita petunjuk dan keberkahan dalam setiap langkah kita.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.







0 komentar:
Post a Comment