Tujuan hidup itu seperti orang ujian, Memilih PILIHAN YG BENAR diantara PILIHAN YG SALAH.
Semakin BERILMU semakin Mudah MEMILIH YG BENAR.
Semoga bermanfaat ^_^
Aamiin
Pilih tombol Windows dan gulir untuk menemukan aplikasi yang ingin Anda jalankan saat startup.
Klik kanan aplikasi, pilih Lainnya, lalu pilih Buka lokasi file. Tindakan ini akan membuka lokasi penyimpanan pintasan aplikasi ini. Jika opsi Buka lokasi file tidak terlihat, berarti aplikasi tersebut tidak dapat dijalankan saat startup.
Saat lokasi file terbuka, tekan tombol logo Windows + R, ketik shell:startup, lalu pilih OK. Folder Startup akan terbuka.
Salin dan tempel pintasan aplikasi tersebut dari lokasi filenya ke folder Startup .
Sub-jaringan, atau subnetting adalah pembagian dari IP jaringan. Praktik membagi jaringan menjadi dua atau lebih jaringan disebut subnetting. Semua komputer yang termasuk dalam sebuah subnet dialamatkan dengan bit-group umum, identik, dan paling signifikan dalam alamat IP mereka. Hal ini menyebabkan pembagian logis dari alamat IP ke dua bidang, jaringan atau routing prefix dan sisa field atau pengenal host. Field sisanya adalah pengidentifikasi untuk host tertentu atau antarmuka jaringan.
MEKANISME SUBNETTING
Analogi :
Analogi Subnetting Pertama
Dianalogikan, Sebuah RW memiliki 40 KK, untuk memudahkan dalam pengelolaan warganya seorang RW harus membagi warganya menjadi beberapa RT. Bayangkan jika seorang RW tidak dibantu oleh RT, akan sangat sulit bagi seorang ketua RW untuk memberikan informasi dan mengelola warganya. Dengan adanya pembagian RW menjadi beberapa RT, akan memudahkan seorang ketua RW mengelola warganya dikarenakan ketua RW hanya perlu berkoordinasi dengan RT tentang bagaimana cara mengelola warganya.
Analogi Subnetting Kedua
Dari pengertian diatas untuk memudahkan kita melakukan subnetting, mari kita persepsikan gambar diatas sama dengan proses subnetting
No RW
=
No Jaringan / Net ID
No RT
=
No sub Jaringan / No subnet
Gang
=
Broadcast
No Rumah
=
IP Address
Gerbang
=
Gateway
Hasil Analogi Subnetting
SUBNETMASK
Subnet Mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host (apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar).
Apa subnet itu :
Jaringan fisik independent
Berbagi alamat jaringan dengan bagian-bagian lain dari jaringan yang lebih besar
Menggunakan bit dari bagian host dari alamat ip/ip address cadangan mereka untuk mendefinisikan alamat subnet/no subnet.
Mengapa menggunakan subnet :
Mengontrol trafik jaringan lebih baik
Memungkinkan aliran lalu lintas jaringan antara host yang akan dipisahkan, berdasarkan konfigurasi jaringan.
Untuk mengatur lalu lintas ip
Untuk meningkatkan keamanan jaringan dan kinerjanya dengan mengatur host ke dalam kelompok.
Bagaimana menggunakan subnet :
Router digunakan antara subnet jaringan yang berbeda atau untuk mengontrol aliran data atau paket
Router tidak lain hanyalah jaringan perangkat keras yang mentransmisikan data berdasarkan kondisi preset transmisi dan keamanan.
Contoh Subnetmask
TUJUAN SUBNETTING
Tujuan dari subnetting adalah sebagai berikut:
Untuk mengefisienkan pengalamatan (misal untuk jaringan yang hanya mempunyai 10 host, kalau kita menggunakan kelas C saja terdapat 254 – 10 =244 alamat yang tidak terpakai).
Membagi satu kelas network atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak. Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
Untuk mengatasi masalah perbedaaan hardware dengan topologi fisik jaringan.
Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address.
Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan daam suatu network, karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik.
Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.
FUNGSI SUBNETTING
Fungsi subnetting antara lain :
Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan (collision) atau macet.
Teroptimasinya unjuk kerja jaringan.
Pengelolaan yang disederhanakan.
Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh.
PROSES SUBNETTING
Untuk melakukan proses subnetting kita akan melakukan beberapa proses antara lain :
Menentukan jumlah subnet yang dihasilkan oleh subnet mask. Jumlah Subnet = dimana x adalah banyaknya binari 1 pada segmen terakhir IP subnet mask (sesuai dengan kelas IP nya).
Menentukan jumlah host per subnet. Jumlah Host per Subnet = dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada segmen terakhir IP subnet mask (sesuai dengan kelas IP nya).
Menentukan Blok Subnet Blok Subnet = 256 – nilai desimal segmen terakhir IP subnet mask (sesuai dengan kelas IP nya)
Alamat host dan broadcast yang valid, host pertama adalah satu angka setelah subnet, dan broadcast adalah satu angka sebelum subnet berikutnya.Menentukan alamat broadcast untuk tiap subnet.
Menentukan host – host yang valid untuk tiap subnet.
CONTOH SOAL SUBNETTING
Berikut merupakan contoh persoalan dalam proses subnetting dan penyelesaiannya :
Misalnya ditentukan sebuah NETWORK ADDRESS : 192.168.1.XXX/26.
Kelas IP : 192.168.1.XXX oktet awal adalah 192 berarti kelas C,
Subnet Mask : /26 berarti : 11111111.11111111.11111111.11000000 atau 255.255.255.192 (konversi biner ke desimal)
Jumlah Subnet = 2X
, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada segmen terakhir subnet mask (2 bit “1” disegmen terakhir IP subnet mask dan IP Kelas C). Jadi Jumlah Subnet adalah = 4 subnet
Jumlah Host per Subnet =, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada segmen terakhir disegmen terakhir IP subnet mask dan IP Kelas C Jadi jumlah host per subnet adalah = 62 host
Interval Blok Subnet = 256 – nilai desimal segmen terakhir subnet mask = 256 – 192 = 64. Blok Subnet dimulai dari 0 (Nol) kemudian kelipatan dari Interval Blok Subnet nya yaitu 64.
Jadi Blok Subnetlengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
Alamat host dan broadcast yang valid dapat langsung dibuat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah satu angka setelah subnet, dan broadcast adalah satu angka sebelum subnet berikutnya
Hasil perhitungan Subnet
KLASIFIKASI SUBNETTING IPv4
Classfull
Merupakan sisem pengalamatan IP yang sudah terbagi bagi ke dalam beberapa kelas dengan masing-masing net mask dari tiap kelas sudah diset secara default. Tidak bisa dilakukan subnetting. Pembagian kelas nya sebagai berikut :
Class
Oktet Pertama
Subnet Mask Default
Private Address
A
1 – 127
255.0.0.0
10.0.0.0 – 10.255.255.255
B
128 – 191
255.255.0.0
172.16.0.0 – 172.31.255.255
C
192 – 223
255.255.255.0
192.168.0.0 – 192.168.255.255
D
224 – 239
E
240 – 255
Classless
Pada IPv4 classless, subnetting dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan, sehingga IPv4 classless ini lebih fleksibel dan efisien. Classless ini menunjukkan Sejumlah bit yang digunakan untuk menunjukkan network disebut “prefix length”. Misalkan : 172.16.4.0/30 menunjukkan bahwa 30 bit menunjukkan network address dan sisanya, 2 bit menunjukkan host.
PERBEDAAN VLAN DAN SUBNET
Perbedaan VLAN dan Subnetting
VLAN memungkinkan mengisolasi subnet yang lebih kecil pada satu perangkat. Dengan subnet yang relatif lebih kecil datang perangkat yang lebih sedikit dan ini membuat lalu lintas siaran kurang.Namun, hal ini meningkatkan volume lalu lintas antara jaringan yang bersangkutan yang pada akhirnya akan menyebabkan penggunaan CPU yang lebih tinggi. Hubungan ada antara VLAN dan subnet umumnya 1-1. Artinya, satu subnet dapat biasanya ditugaskan untuk satu VLAN. Namun, mencoba untuk menetapkan satu subnet untuk VLAN tidak akan menjadi perencanaan desain jaringan yang besar.
VLAN dapat disebut sebagai domain penyiaran, subnet dapat disebut sebagai IP subnet. Selain itu, VLAN yang berguna dalam menciptakan subnet IP yang dapat digunakan di daerah geografis yang luas seperti universitas yang menghubungkan fakultas dan departemen. Kemudian, meskipun banyak orang akan berpikir bahwa subnetting lebih aman, umumnya diakui bahwa VLAN lebih efisien. Kesimpulannya, itu harus dicatat bahwa sementara VLAN sebagian besar perangkat lunak berbasis, subnet secara umum hardware berbasis.
Sumber : https://it.telkomuniversity.ac.id/subnetting-kenali-pengertian-mekanisme-serta-fungsinya/
Routing adalah adalah sebuah proses untuk meneruskan paket-paket jaringan dari satu jaringan ke jaringan lainnya melalui sebuah Internetwork. Routing juga dapat merujuk kepada sebuah metode penggabungan beberapa jaringan sehingga paket-paket data dari satu jaringan ke jaringan selanjutnya.
Routing static adalah jenis routing yang dilakukan admin/pengelola Jaringan untuk mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang dituju secara manual.
Semua router menggunakan IP address tujuan untuk mengirim paket. Agar keputusan routing tersebut benar, router harus belajar bagaimana untuk mencapai tujuan. Ketika router menggunakan routing dinamis, informasi ini dipelajari dari router yang lain. Ketika menggunakan routing statis, seorang network administrator mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang ingin dituju secara manual.
Jika routing yang digunakan adalah statis, maka konfigurasinya harus dilakukan secara manual, administrator jaringan harus memasukkan atau menghapus rute statis jika terjadi perubahan topologi. Pada jaringan skala besar, jika tetap menggunakan routing statis, maka akan sangat membuang waktu administrator jaringan untuk melakukan update table routing. Karena itu routing statis hanya mungkin dilakukan untuk jaringan skala kecil. Sedangkan routing dinamis bias diterapkan di jaringan skala besar dan membutuhkan kemampuan lebih dari administrator.
B. FUNGSI ROUTING STATIS
Digunakan pada jaringan cakupannya kecil (LAN) yang hanya memiliki kurang dari 5 rute.
Sebagai backup dari dymamic routing yang tiba-tiba mati.
Mentransfer informasi rute dari protokol satu ke protokol lain (routing redistribution).
C. ATURAN-ATURAN ROUTING STATIS
Semua remote site diarahkan menuju center site. Router central site memiliki route ke semua subnet dimasing-masing remote site.
Membutuhkan informasi network destination.
Setiap destination di setting manual.
Digunakan oleh organisasi kecil.
Sebagai backup dymamic route.
Cocok digunakan di network yang memiliki bandwith lambat, misalnya dialup.
Memiliki administrative distance 0 atau 1.
D. CARA KERJA ROUTING STATIS
Fungsi utama Router adalah merutekan paket (informasi). Sebuah Router memiliki kemampuan Routing, artinya Router secara cerdas dapat mengetahui kemana rute perjalanan informasi (paket) akan dilewatkan, apakah ditujukan untuk host lain yang satu network ataukah berada di network yang berbeda. Jika paket-paket ditujukan untuk host pada network lain maka router akan meneruskannya ke network tersebut. Sebaliknya, jika paket-paket ditujukan untuk host yang satu network maka router akan menghalangi paket-paket keluar. Cara kerja static routing dapat dibagi menjadi 3 bagian :
Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router.
Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing.
Routing statis digunakan untuk melewatkan paket data.
Keuntungan Routing Statis:
Static route lebih aman dibanding dynamic route karena static routing hanya mengandunginformasi yang telah dimasukkan secara manual.
Pemeliharan bandwidth network karena peng-update-an informasi router membutuhkanbroadcasts yang terus menerus.
Static route kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof paket dynamic routing protocols dengan maksud melakukan konfigurasi router untuk tujuan membajak traffic.
Beban kerja router terbilang lebih ringan dibandingkan dengan routing dinamis. Karena pada saat konfigurasi router hanya mengupdate sekali saja ip table yang ada.
Pengiriman paket data lebih cepat karena jalur atau rute sudah di ketahui terlebih dahulu
Deteksi dan isolasi kesalahan pada topologi jaringan lebih mudah.
Kelemahan Routing Statis
Administrasinya cukup rumit dibanding dynamic routing, khususnya jika terdiri dari banyak router yang perlu dikonfigurasi secara manual.
Tidak ada tolerasi kesalahan. Jika suatu router down, maka static tidak akan memperbaharui informasi dan tidak akan menginformasikan ke router yang lain.
Rentan terhadap kesalahan saat entri data static route dengan cara manual.
Harus tahu semua alamat network yang akan dituju beserta subnet mask dan next hoopnya (gateway nya).
Berikut ini contoh konfigurasi routing statis menggunakan dua buah router di aplikasi Cisco Packet Tracer atau Cisco Packet Tracer Mobile :
Pastikan aplikasi Cisco Packet Tracer telah terpasang dan silakan buka aplikasi tersebut.
Buat topologi sesuai yang di inginkan dan tentukan IP Address yang akan dipakai, contoh :
Setelah menentukan topologi dan IP Address yang akan digunakan, selanjutnya silakan lakukan konfigurasi pada setiap perangkat PC dari mulai IP Address, Subnet Mask dan Gateway.
Pada Router0 silakan konfigurasi sesuai topologi dan IP Address yang telah ditentukan sebelumnya, contoh :
Selanjutnya konfigurasi juga pada Router1 sesuai topologi dan IP Address yang telah ditentukan diatas, contoh :
Setelah selesai mengkonfigurasi disetiap perangkat, selanjutnya melakukan konfigurasi routing statis pada Router0 dan Router1 , contoh :
Pada Router0 diatas : #ip route (isi dengan IP dan netmask yang dituju) ip yang dilalui contoh : #ip route 200.10.10.0 255.255.255.0 172.10.10.2 Kemudian Enter
Pada Router1 diatas : #ip route (isi dengan IP dan netmask yang dituju) ip yang dilalui contoh : #ip route 100.0.0.0 255.0.0.0 172.10.10.1 Kemudian Enter (dikarenakan ip yang ditujunya kelas A, maka network default nya cuman satu segmen :100.0.0.0 netmask default 255.0.0.0)
Konfigurasi telah selesai selanjutnya silakan uji koneksi melalui CLI (Command-Line-Interface) atau bisa langsung Kirim Pesan.
Sumber : https://smkn1panjalu.sch.id/konsep-prinsip-dan-cara-kerja-routing-statis-administrasi-infrastruktur-jaringan-smk-tkj/
Routing dinamis adalah routing yang dilakukan oleh router dengan cara membuat jalur komunikasi data secara otomatis sesuai dengan pengaturan yang dibuat. Jika ada perubahan topologi di dalam jaringan, maka router akan otomatis membuat jalur routing yang baru. Routing dinamis ini berada pada lapisan network layer jaringan komputer dalam TCP/IP Protocol Suites.
Routing dinamis merupakan routing protocol yang digunakan untuk menemukan network serta untuk melakukan update routing table pada router. Routing dinamis ini lebih mudah dilakukan daripada menggunakan routing statis dan default. Meskipun begitu, routing jenis ini terdapat perbedaan dalam pemrosesan data di CPU router dan penggunaan bandwidth dari link jaringan.
B. CARA KERJA ROUTING DINAMIS
Cara kerja routing dinamis yaitu Protokol Routing mengatur tiap Router sehingga dapat berkomunikasi antar Router satu dengan Router lainnya dan saling memberikan informasi dan juga tentunya informasi Routing yang dapat mengubah isi dari routing table, dengan kata lain Dynamic Routing adalah proses pengisian data pada Routing table secara otomatis.
Kelebihan Routing Dinamis:
Hanya mengenalkan alamat yang terhubung langsung dengan routernya.
Proses konfigurasi jaringan lebih cepat
Cocok digunakan untuk jaringan berskala besar/luas
Jalur ditentukan secara otomatis oleh sistem
Tidak perlu mengetahui semua network yang ada
Kekurangan Routing Dinamis
Beban kerja router menjadi lebih berat karena selalu memperbaharui Tabel Routing setiap saat ketika ada perubahan.
Beban CPU Router akan naik seiring dengan table routing yang banyak.
Bandwidth yang dibutuhkan lebih besar
Keamanan jaringan berkurang dibanding routing static
Membutuhkan RAM yang lebih besar untuk menentukan jalur terbaik saat terjadi down
C. MACAM-MACAM ROUTING DINAMIS (DYNAMIC ROUTING)
RIP (Routing Information Protocol)
Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453).
BGP (Border Gateway Protocol)
Border Gateway Protocol disingkat BGP adalah inti dari protokol routing Internet. Protocol ini yang menjadi backbone dari jaringan Internet dunia. BGP adalah protokol routing inti dari Internet yg digunakan untuk melakukan pertukaran informasi routing antar jaringan. BGP dijelaskan dalam RFC 4271. RFC 4276 menjelaskan implementasi report pada BGP-4, RFC 4277 menjelaskan hasil ujicoba penggunaan BGP-4. Ia bekerja dengan cara memetakan sebuah tabel IP network yang menunjuk ke jaringan yg dapat dicapai antar Autonomous System (AS).
IGRP (Internal Gateway Routing Protocol)
Interior Gateway Routing Protocol(IGRP) adalah vektor jarak routing yang interior protocol (IGP) yang dikembangkan oleh Cisco. Hal ini digunakan oleh router untuk bertukar routing yang data dalam suatu sistem otonom . IGRP adalah protokol proprietary . IGRP diciptakan pada bagian untuk mengatasi keterbatasan RIP (count hop maksimum hanya 15, dan routing tunggal metrik) bila digunakan dalam jaringan yang besar.
Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP) adalah lanjutan jarak-vector routing protokol yang digunakan pada jaringan komputer untuk mengotomatisasi routing yang keputusan dan konfigurasi. Protokol ini dirancang oleh Cisco Systems sebagai protokol proprietary, hanya tersedia pada router Cisco. Fungsi parsial dari EIGRP dikonversi menjadi sebuah standar terbuka pada tahun 2013 dan diterbitkan dengan statusnya informasi sebagai RFC 7868 pada tahun 2016.
OSPF (Open Shortest Path First)
Open Shortest Path First(OSPF) adalah routing protocol untuk Internet Protocol (IP) jaringan. Ini menggunakan link state routing yang algoritma (LSR) dan jatuh ke dalam kelompok protokol routing interior , yang beroperasi dalam satu sistem otonom (AS). Hal ini didefinisikan sebagai OSPF Versi 2 di RFC 2328 (1998) untuk IPv4 . Update untuk IPv6 ditetapkan sebagai OSPF Versi 3 di RFC 5340 (2008).
D. KONFIGURASI ROUTING DINAMIS
Berikut ini contoh konfigurasi routing dinamis rip menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracer atau Cisco Packet Tracer Mobile :
Pastikan aplikasi Cisco Packet Tracer telah terpasang dan silakan buka aplikasi tersebut.
Buat topologi sesuai yang di inginkan dan tentukan IP Address yang akan dipakai, contoh :
Keterangan gambar :
Alat -> Router : gunakan router “Generic” pada cisco packet trace -> Pc/Client : gunakan “PC” atau “Laptop” biasa pada cisco packet tracer
Kabel
-> Router – Router : kabel serial DTE -> Router – PC : kabel Crossover
Port -> Router – Router : Port serial -> Router – PC : Port FastEthernet
Catatan : Router 0 – Router 1 : Port Serial 2/0 Router 1 – Router 2 : Port Serial 3/0 Router 0, 1, 2 – PC 0, 1, 2 : Port FastEthernet 0/0
Setting dahulu port fastethernet dan port serial dengan mengisi IP Address pada masing-masing port dengan menggunakan CLI pada router.
-> Perintah #en / enable : untuk mengaktifkan router -> Perintah #conf t : untuk konfigurasi terminal pada router -> Perintah #int fa : untuk mengkonfigurasi port fast ethernet -> Perintah #int s : untuk mengkonfigurasi port serial -> Perintah #ip add : untuk menambakan alamat IP -> Perintah #no shutdown : untuk menghidupkan port -> Perintah #ex / exit : untuk keluar dari konfigurasi
Setelah selesai setting ip address pada setiap router maka tampilanya akan seperti dibawah ini :
Titik-titik merah pada setiap port akan berubah menjadi hijau (port nyala) jika konfigurasi diatas berhasil ( perintah #no shutdown : menghidupkan port). Selanjutnya setting IP Address pada masing-masing PC ( PC 0, 1, 2) : IP Address : masukkan IP Address yang sekelas dengan IP Address FastEthernet (gateway) pada Router masing-masing Subnet Mask : masukkan subnet mask kelas C jika menggunakan IP kelas C Gateway : masukkan IP pada FastEthernet (gateway) masing-masing Router
Setelah selesai setting IP Address masing-masing PC, selanjutnya sobat setting IP Route ( Dinamis/RIP) pada CLI Router atau yang biasa disebut dengan proses Routing Dinamis.
Pada tahap ini sangat diperlukan sekali ketelitian, jangan ada sedikitpun kesalahan pengisian jalur ip, karena apabila salah sedikit saja, dipastikan jaringan tidak akan saling terhubung.
Selanjutnya kita masuk pada tahap terakhir yaitu konfigurasi routing dinamis nya (RIP) :
Network : Pada RIP diisi dengan IP FastEthernet dan Serial yang ada didalam router itu sendiri dengan host terkecil yaitu dengan 0.
Misalnya : Di Router 0 terdapat 2 IP : fa0/0 : 200.168.1.1 lalu diisi dengan 200.168.1.0 s2/0 : 20.1.1.1 lalu diisi dengan 20.1.1.0
Setelah semuanya selesai sekarang kita tes dengan PING pada PC. Buka menu “Command Prompt” lalu ketikan perintah “ping (ip tujuan)” atau bisa langsung mencoba kirim pesan gambar amplop dari satu pc ke pc yang lainnya, sampai disini harusnya semua pc dan router sudah dapat saling terhubung. Selesai
Sumber : https://smkn1panjalu.sch.id/konsep-prinsip-cara-kerja-dan-konfigurasi-routing-dinamis-administrasi-infrastruktur-jaringan-smk-tkj/