CROSSCOL

ISI CROSSCOL

SURYAONE multi solutions

Belajar berUsaha apa saja yang penting BERMANFAAT dan HALAL

SURYA bengkel komputer

Servis komputer/laptop dan Instalasi Jaringan. CP : 08572 555 2740

Mayta collection

Lapak SANDANGAN

DELAPAN solutions

Solusi desain dan cetak

berkualitas dan harga terjangkau

Bu Wiyarti Catering

Melayani pemesanan :

Nasi Tumpeng, Nasi Box, Arem-arem, Kue basah/kering, dll.

FAJAR - Furniture and Building Solutions

Melayani jasa :

Pembangunan/Renovasi Rumah, pembuatan furniture kayu, las listrik.

Tuesday, February 7, 2023

ROUTING DINAMIS

 


A. KONSEP DAN PRINSIP ROUTING DINAMIS

Routing dinamis adalah routing yang dilakukan oleh router dengan cara membuat jalur komunikasi data secara otomatis sesuai dengan pengaturan yang dibuat. Jika ada perubahan topologi di dalam jaringan, maka router akan otomatis membuat jalur routing yang baru. Routing dinamis ini berada pada lapisan network layer jaringan komputer dalam TCP/IP Protocol Suites.

Routing dinamis merupakan routing protocol yang digunakan untuk menemukan network serta untuk melakukan update routing table pada router. Routing dinamis ini lebih mudah dilakukan daripada menggunakan routing statis dan default. Meskipun begitu, routing jenis ini terdapat perbedaan dalam pemrosesan data di CPU router dan penggunaan bandwidth dari link jaringan.


B. CARA KERJA ROUTING DINAMIS

Cara kerja routing dinamis yaitu Protokol Routing mengatur tiap Router sehingga dapat berkomunikasi antar Router satu dengan Router lainnya dan saling memberikan informasi dan juga tentunya informasi Routing yang dapat mengubah isi dari routing table, dengan kata lain Dynamic Routing adalah proses pengisian data pada Routing table secara otomatis.

  1. Kelebihan Routing Dinamis:
  • Hanya mengenalkan alamat yang terhubung langsung dengan routernya.
  • Proses konfigurasi jaringan lebih cepat
  • Cocok digunakan untuk jaringan berskala besar/luas
  • Jalur ditentukan secara otomatis oleh sistem
  • Tidak perlu mengetahui semua network yang ada
  1. Kekurangan Routing Dinamis
  • Beban kerja router menjadi lebih berat karena selalu memperbaharui Tabel Routing setiap saat ketika ada perubahan.
  • Beban CPU Router akan naik seiring dengan table routing yang banyak.
  • Bandwidth yang dibutuhkan lebih besar
  • Keamanan jaringan berkurang dibanding routing static
  • Membutuhkan RAM yang lebih besar untuk menentukan jalur terbaik saat terjadi down


C. MACAM-MACAM ROUTING DINAMIS (DYNAMIC ROUTING)

  1. RIP (Routing Information Protocol)
    Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453).
  1. BGP (Border Gateway Protocol)
    Border Gateway Protocol disingkat BGP adalah inti dari protokol routing Internet. Protocol ini yang menjadi backbone dari jaringan Internet dunia. BGP adalah protokol routing inti dari Internet yg digunakan untuk melakukan pertukaran informasi routing antar jaringan. BGP dijelaskan dalam RFC 4271. RFC 4276 menjelaskan implementasi report pada BGP-4, RFC 4277 menjelaskan hasil ujicoba penggunaan BGP-4. Ia bekerja dengan cara memetakan sebuah tabel IP network yang menunjuk ke jaringan yg dapat dicapai antar Autonomous System (AS). 
  1. IGRP (Internal Gateway Routing Protocol)
    Interior Gateway Routing Protocol (IGRP) adalah vektor jarak routing yang interior protocol (IGP) yang dikembangkan oleh Cisco. Hal ini digunakan oleh router untuk bertukar routing yang data dalam suatu sistem otonom . IGRP adalah protokol proprietary . IGRP diciptakan pada bagian untuk mengatasi keterbatasan RIP (count hop maksimum hanya 15, dan routing tunggal metrik) bila digunakan dalam jaringan yang besar.
  1. EIGRP (Enhanced Internal Gateway Routing Protocol)
    Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP) adalah lanjutan jarak-vector routing protokol yang digunakan pada jaringan komputer untuk mengotomatisasi routing yang keputusan dan konfigurasi. Protokol ini dirancang oleh Cisco Systems sebagai protokol proprietary, hanya tersedia pada router Cisco. Fungsi parsial dari EIGRP dikonversi menjadi sebuah standar terbuka pada tahun 2013 dan diterbitkan dengan statusnya informasi sebagai RFC 7868 pada tahun 2016.
  1. OSPF (Open Shortest Path First)
    Open Shortest Path First (OSPF) adalah routing protocol untuk Internet Protocol (IP) jaringan. Ini menggunakan link state routing yang algoritma (LSR) dan jatuh ke dalam kelompok protokol routing interior , yang beroperasi dalam satu sistem otonom (AS). Hal ini didefinisikan sebagai OSPF Versi 2 di RFC 2328 (1998) untuk IPv4 . Update untuk IPv6 ditetapkan sebagai OSPF Versi 3 di RFC 5340 (2008).


D. KONFIGURASI ROUTING DINAMIS

Berikut ini contoh konfigurasi routing dinamis rip menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracer atau Cisco Packet Tracer Mobile :

  1. Pastikan aplikasi Cisco Packet Tracer telah terpasang dan silakan buka aplikasi tersebut.
  2. Buat topologi sesuai yang di inginkan dan tentukan IP Address yang akan dipakai, contoh :

Keterangan gambar :

Alat 
-> Router     : gunakan router “Generic” pada cisco packet trace
-> Pc/Client : gunakan “PC” atau “Laptop” biasa pada cisco packet tracer

Kabel

-> Router – Router : kabel serial DTE
-> Router – PC       : kabel Crossover

Port
-> Router – Router : Port serial
-> Router – PC       : Port FastEthernet

Catatan :
Router 0 – Router 1 : Port Serial 2/0
Router 1 – Router 2 : Port Serial 3/0
Router 0, 1, 2 – PC 0, 1, 2 : Port FastEthernet 0/0

  1. Setting dahulu port fastethernet dan port serial dengan mengisi IP Address pada masing-masing port dengan menggunakan CLI pada router.

Router 0 :
FastEthernet 0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 200.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Serial 2/0            :
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 20.1.1.1 255.0.0.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit

Router 1 :
FastEthernet 0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 200.168.2.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Serial 2/0            :
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 20.1.1.2 255.0.0.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Serial 3/0            :
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add 21.1.1.1 255.0.0.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit

Router 2 :
FastEthernet 0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 200.168.3.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Serial 3/0            :
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add 21.1.1.2 255.0.0.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Keterangan :

-> Perintah #en / enable      : untuk mengaktifkan router
-> Perintah #conf t : untuk konfigurasi terminal pada router
-> Perintah #int fa        : untuk mengkonfigurasi port fast ethernet
-> Perintah #int s        : untuk mengkonfigurasi port serial
-> Perintah #ip add      : untuk menambakan alamat IP 
-> Perintah #no shutdown   : untuk menghidupkan port 
-> Perintah #ex / exit          : untuk keluar dari konfigurasi

  1. Setelah selesai setting ip address pada setiap router maka tampilanya akan seperti dibawah ini :


Titik-titik merah pada setiap port akan berubah menjadi hijau (port nyala) jika konfigurasi diatas berhasil ( perintah #no shutdown : menghidupkan port).
Selanjutnya setting IP Address pada masing-masing PC ( PC 0, 1, 2) :
IP Address : masukkan IP Address yang sekelas dengan IP Address FastEthernet (gateway) pada Router masing-masing
Subnet Mask : masukkan subnet mask kelas C jika menggunakan IP kelas C
Gateway : masukkan IP pada FastEthernet (gateway) masing-masing Router

  1. Setelah selesai setting IP Address masing-masing PC, selanjutnya sobat setting IP Route ( Dinamis/RIP) pada CLI Router atau yang biasa disebut dengan proses Routing Dinamis.

Pada tahap ini sangat diperlukan sekali ketelitian, jangan ada sedikitpun kesalahan pengisian jalur ip, karena apabila salah sedikit saja, dipastikan jaringan tidak akan saling terhubung.

Selanjutnya kita masuk pada tahap terakhir yaitu konfigurasi routing dinamis nya (RIP) :

Network  : Pada RIP diisi dengan IP FastEthernet dan Serial yang ada didalam router itu sendiri dengan host terkecil yaitu dengan 0. 

Misalnya : Di Router 0 terdapat 2 IP : 
fa0/0 : 200.168.1.1 lalu diisi dengan 200.168.1.0
s2/0  : 20.1.1.1 lalu diisi dengan 20.1.1.0

Setting IP Route Dinamis:

Router 0 :
Router#conf t
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network 200.168.1.0
Router(config-router)#network 20.1.1.0

Router 1 :
Router#conf t
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network 20.1.1.0
Router(config-router)#network 200.168.2.0 Router(config-router)#network 21.1.1.0

Router 2 :
Router#conf t
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network 200.168.3.0
Router(config-router)#network 21.1.1.0

  1. Setelah semuanya selesai sekarang kita tes dengan PING pada PC.
    Buka menu “Command Prompt” lalu ketikan perintah “ping (ip tujuan)” atau bisa langsung mencoba kirim pesan gambar amplop dari satu pc ke pc yang lainnya, sampai disini harusnya semua pc dan router sudah dapat saling terhubung. Selesai


Sumber : https://smkn1panjalu.sch.id/konsep-prinsip-cara-kerja-dan-konfigurasi-routing-dinamis-administrasi-infrastruktur-jaringan-smk-tkj/

Friday, January 13, 2023

Permasalahan Jaringan VLAN

 


Permasalahan-permasalahan yang Terjadi pada Jaringan VLAN




Mati atau Tidak Berfungsinya Komponen pada Jaringan 

Mati atau tidak berfungsinya komponen pendukung jaringan disebabkan oleh korosi (berkarat) dan rusak. Korosi yang terjadi dikarenakan ruang atau tempat jaringan yang lembab dan juga pemakaian yang suah terlalu lama tanpa adanya perawatan yang berkala.

Dalam sistem jaringan LAN sering kita menyebut permasalahan yang menyebabkan seluruh atau sebagian jaringan terganggu disebut jaringan dalam kondisi down.

Down dalam jaringan bisa kita artikan sedang turun atau tidak bekerja secara maksimal. Down dapat meyebabkan komunikasi dalam jaringan menjadi lambat atau tidak bekerja sama sekali. Kondisi tersebut yang perlu ditangani sehingga jaringan dapat bekerja dengan baik dan kembali normal. Istilah Down dalam jaringan komputer LAN berbeda dengan Down pada jaringan Warnet (warung Internet).
  • Down pada jaringan LAN disebabkan system dalam jaringan LAN tersbut atau karena tidak berfungsinya peralatan maupun komponen dalam jaringan LAN tersebut.
  • Down pada Warnet disebabkan oleh banyak sekali faktor diantaranya pengaruh dari jaringan LAN yang ada dalam warnet, dari Provider (jasa pelayanan akses internet) yang mengalami gangguan dan bisa juga dari line telphon yang penuh sehingga menyebabkan akses ke internet tidak dapat dilakukan.
  • Down dalam jaringan LAN lebih mudah penanganannya apabila dibandingkan dengan Down pada Warnet.
  • Down dalam jaringan LAN lebih mudah diatasi karena kita dapat mendeteksi melalui indicator-indikator yang dapat kita lihat.
Indikator-indikator tersebut memberikan isarat jika terjadi kerusakan atau tidak berfungsinya komponen. Indikasi kerusakan pada masing-masing komponen dapat diuraikan sebagai berikut:



Kerusakan pada Kabel dan Konektor Jaringan 

Kabel dan konektor merupakan media penghubung antara komputer dengan komputer lain atau dengan peralatan lain yang digunakan untuk membentuk jaringan. Kabel dan konektor untuk membuat jaringan LAN yang banyak digunakan ada 3 jenis yaitu:
  • Jenis kabel serat optik menggunakan konektor SC dan ST.Gangguan atau kerusakan pada kabel dan konektor jenis serat optik sangat jarang, tetapi memerlukan penanganan secara khusus untuk perawatan jaringan 
  • Jenis Kabel UTP dengan konekor RJ45.Gangguan atau kerusakan pada kabel jenis ini adalah konektor yang tidak terpasang dengan baik(longgar), susunan pengkabelan yang salah dan kabel putus. Indikasi yang dapat dilihat adalah lampu indikator yang tidak hidup pada kartu jaringan atau pada Hub/switch. Jaringan menggunakan kabel UTP kesalahan yang muncul relatif sedikit, karena jaringan terpasang menggunakan topologi star, workstation terpasang secara paralel dengan menggunakan swicth/hub. Sehingga yang terjadi gangguan hanya pada workstation yang kabelnya mengalami gangguan saja
  • Jenis kabel Coaxial dengan konektor BNC.Kabel jenis coaxial memiliki akses yang cukup lambat bila dibandingkan jenis kabel lainnya dan sering terjadi gangguan karena konektor yang longgar (tidak konek), kabel short dan kabel terbuka resistor pada terminating conector. Short pada pemasangan kabel dengan plug konektor ini menyebabkan system jaringan akan down dan komunikasi antar komputer berhenti Jika terjadi kerusakan pada kabel dan konektor jaringan yang disebabkan oleh suatu hal, solusinya kita lihat dahulu apakah kabel yang kita gunakan itu benar-benar tidak bias digunakan lagi atau masih bisa, jika tidak kita perlu menggantinya dengan kabel dan konektor yang baru.atau jika yang rusak itu hanya pada konektornya namun kabelnya masih dapat digunakan kita hanya perlu memgganti konektornya saja.


Gangguan atau Kerusakan pada Hub/ Switch 

Hub/switch merupakan terminal atau pembagi signal data bagi kartu jaringan (Network Card). Jika Hub mengalami kerusakan berarti seluruh jaringan juga tidak dapat berfungsi untuk berkomunikasi antar workstation atau komputer workstation dengan server. Apabila terjadi kerusakan pada Hub dapat dilihat pada lampu indikator power dan lampu indikator untuk masing masing workstation.

Apabila lampu indikator power Hub/switch mati berarti kemungkinan besar Hub tersebut rusak. Jika ada lampu indikator workstation yang tidak menyala menyatakan bahwa komputer workstation sedang tidak aktif (tidak hidup) atau ada gangguan pada komputer workstation tersebut.

Jika terjadi kerusakan pada HUB maka pertama kita harus mengecek apakah HUB yang kita gunakan memang sudah rusak atau hanya mengalami gangguan saja,namun jika HUB yang kita gunakan memang benar-benar pasitif rusak maka kita perlu menggantinya dengan HUB yang baru atau dapat diperbaiki ditempat service khusus.namun saran kami lebih baik mengganti dengan yang baru selain kwalitasnya yang lebih bagus biasanya biaya memperbaiki hampir sama dengan biaya membeli baru.


Tidak Bisa Sharing Data

Hal ini sering terjadi dikarenakan sharing pada computer masih di disable jadi kita harus mengaktifkan dengan

klik pada Lalu pilih lalu ceklist lalu apply 

Selain itu mungkin sedang terjadi hang pada computer dan yang harus ditempuh adalah merestar komputer.

Hal ini juga sering terjadi karena IP yang kita gunakan salah atau sama dengan IP komputer lainnya. Ganti dengan IP yang beda.


Komputer tidak terdeteksi oleh komputer lain

Hal ini sering terjadi dikarenakan alamat digunakan dan IP yang kosong. Lalu ganti IP address sehingga bisa terdeteksi oleh komputer lain. Selain itu kita jug abis mengecek apakah komputet kita bisa terkoneksi dengan komputer orang lain lalu ketik pingà Run àcaranya adalah Klik start <> -t. misalnya ping 192.168.0.89. Nanti akan muncul balasan Jika Reply From . . . . . . berarti komputer kita sudah terkoneksi dengan baik jika muncul Request Time Out maka komputer kita tidak bisa terkoneksi dengan komputer lain.


Tidak muncul Local Area Connection

Hal ini kemungkinan besar kita lupa untuk mengisntal driver Network Adapter, jadi yang harus dilakukan adalah menginstal Driver Network Adapter. Biasanya kalu kita sudah menginstal driver akan mucul Local Area Connetion.


6. Icon Lan Area Connection tidak berkedip biru

Hal ini sering terjadi karena kita dalam memasang konektor kurang tepat, coba lihat lampu indicator pada konektor apakah sudah menyala atau belum. Jika belum coba cabut dan tancapkan kembali, setelah itu kalau masih belum coba periksa konektor pada HUB apakah sudah dikonekan dengan HUB atau belum. Jika belum konekkan hingga lampu indicator pada HUB menyala dan pada komputer muncul menu pesan Connetion 100 Mbps. IP yang kita gunakan sama dengan komputer lain. Gunakan program IP Scan untuk melihat IP yang sedang aktif dan IP yang masih kosong.


7. Lambatnya Jaringan Dan Bagaimana Memperbaikinya Performanya

Dalam suatu infrastructure jaringan yang sangat besar, suatu jaringan yang efficient adalah suatu keharusan. Jika design infrastructure jaringan kita tidak efficient, maka applikasi atau akses ke resource jaringanpun menjadi sangat tidak efficient dan terasa sangat lambat.

Performa jaringan yang sangat lambat ini biasanya disebabkan oleh congestion jaringan (banjir paket pada jaringan), dimana traffic data melebihi dari kapasitas bandwidth yang ada sekarang. Kalau boleh diibaratkan seperti jalanan ibukota pada jam sibuk, kapasitas jalan tidak mencukupi dengan berjubelnya jumlah kendaraan yang memadati jalanan, akibatnya adalah kemacetan yang luar biasa. Kalau pada hari libur maka jalanan terasa lengang dan anda bisa memacu kendaraan dengan cepat.

faktor yang bisa memberikan kontribusi lambatnya jaringan dan cara memperbaikinya:

Technology Ethernet yang sudah using seperti 10 Base2; 10Base5; dan 10Base-T, mereka menggunakan algoritma CSMA/CD yang menjadi sangat tidak efficient pada beban yang lebih tinggi. Performa jaringan ini akan menjadi turun drastis jika prosentase utilisasinya mencapai lebih dari 30% yang membuat jaringan menjadi sangat lambat.

Istilah collision domain mendefinisikan sekumpulan perangkat jaringan dimana data frame mereka bisa saling bertabrakan. semua piranti dari jenis jaringan Ethernet ini berada pada collision domain yang sama.

Bagaimana solusi menghilangkan collision domain dan algoritma CSMA/CD yang bisa membuat jaringan anda lambat, adalah mengganti jaringan HUB anda dengan Switch LAN.
  • Switch tidak menggunakan BUS secara ber-sama2 seperti HUB, akan tetapi memperlakukan setiap port tunggal sebagai sebuah BUS terpisah sehingga tidak mungkin terjadi tabrakan.
  • Switches menggunakan buffer memori juga untuk menahan frame yang datang, sehingga jika ada dua piranti yang mengirim frame pada saat yang bersamaan, Switch akan melewatkan satu frame sementara frame satunya lagi ditahan didalam memory buffer menunggu giliran frame pertama selesai dilewatkan.
  • Mengganti semua HUB anda dengan Switch akan meningkatkan kinerja dan performa jaringan anda dan kelambatan jaringan akan berkurang secara significant.
Performa LAN juga bisa diperbaiki dengan menggunakan link backbone Gigabit dan juga Switch yang mempunyai performa tinggi. Jika system jaringan menggunakan beberapa segment, maka penggunaan Switch layer 3 akan dapat menghasilkan jaringan yang berfungsi pada mendekati kecepatan kabel dengan latensi minimum dan secara significant mengurangi jaringan yang lambat


8. Kerusakan jaringan karna Serangan Trojan Virus 

Jika environment jaringan anda terinfeksi dengan Trojan virus yang menyebabkan system anda dibanjiri oleh program-2 berbahaya (malicious programs), maka jaringan akan mengalami suatu congestion yang mengarah pada kelambatan system jaringan anda, dan terkadang bisa menghentikan layanan jaringan.

Anda memerlukan proteksi jaringan yang sangat kuat untuk melindungi dari serangan Trojan virus dan berbagai macam serangan jaringan lainnya. Software antivirus yang di install terpusat pada server anti-virus yang bisa mendistribusikan data signature secara automatis kepada client setidaknya akan memberikan peringatan dini kepada clients. Dan jika ingin mendapatkan perlindungan yang sangat solid dan proaktif maka Software keamanan jaringan corporate BitDefender adalah solusi anda.


BitDefender Corporate Security adalah solusi manajemen dan keamanan bisnis yang sangat tangguh dan mudah digunakan yang bisa memberikan perlindungan secara proaktif terhadap serangan viruses, spyware, rootkits, spam, phising, dan malware lainnya.

BitDefender Corporate Security menaikkan produktifitas bisnis dan mengurangi biaya akibat malware dan lainnya dengan cara memusatkan administrasi, proteksi, dan kendali workstation, sekaligus juga file-file, email, dan traffic Internet didalam jaringan corporate anda.

Jika corporate anda menggunakan jaringan Windows, maka penggunaan WSUS (Windows System Update Services) adalah suatu keharusan. WSUS secara automatis meng-update patches critical Windows anda, security patches, dan Windows critical update kepada clients pada saat dirilis update dari Microsoft. Clients anda tidak perlu update langsung ke internet, cukup koneksi ke server WSUS, sehingga mengurangi beban bandwidth internet anda, karena hanya server WSUS saja yang terhubung ke internet untuk download updates.

Virus biasanya menyerang adanya kelemahan system yang sudah diketahui, dan Windows update akan melakukan patch vulnerability (menambal lobang titik lemah) sehingga menjaga kemungkinan serangan terhadap lobang kelemahan system ini.

Berjaga-jaga terhadap serangan virus yang menyebabkan lambatnya jaringan anda adalah jauh lebih baik terhadap organisasi anda. Dan regulasi dan kebijakan masalah pemakaian Email dan juga kebijakan pemakaian Internet sangat mebantu dalam hal ini.


9. Sering Lambat jaringan waktu proses authentication 

Jika dalam corporate anda mempunyai banyak site yang di link bersama dan setiap site / cabang dan kantor pusat di konfigurasikan sebagai active directory site terpisah dan domain controller di integrasikan dengan DNS server, disaat peak hours jam sibuk user pada kantor cabang sering mengalami proses logon yang lambat sekali bahkan time-out. Hal ini akibat dari masalah bottleneck saat komunikasi interlink lewat koneksi WAN link yang menjurus lambatnya system.

Saat user logon ke jaringan, Global Catalog memberikan informasi Universal Group membership account tersebut kepada domain controller yang sedang memproses informasi logon tersebut. jika Global Catalog tidak tersedia, saat user melakukan inisiasi proses logon, user hanya akan bisa logon kepada local machine saja, terkecuali jika di site tersebut domain controllernya di configure untuk Cache Universal Group membership di setiap kantor cabang. Bisa saja sich domain controller di masing-masing cabang di promote Global Catalog, akan tetapi waspadai juga replikasinya yang bisa menyebabkan link WAN menjadi lambat. Anda bisa mengatur frequensi replikasi menghindari jam sibuk jika memungkinkan.

Dengan meng-enable Universal Group Membership Caching disetiap cabang, akan menyelesaikan masalah kelambatan jaringan jenis ini.





Sumber : https://www.maman23332.my.id/2022/03/permasalahan-permasalahan-yang-terjadi.html

Tuesday, January 10, 2023

Mengenal VLAN

 


Pengertian VLAN

VLAN atau Virtual Local Area Network merupakan jaringan komputer yang dapat mengelompokkan beberapa perangkat pada jaringan kita. VLAN seolah-olah dapat menghubungkan satu atau lebih komputer pada LAN dengan metode virtual.

Dilansir dari NetData bahwa VLAN yaitu sekumpulan perangkat yang ada pada jaringan LAN yang di konfigurasi oleh perangkat lunak sehingga dapat saling berkomunikasi. Seolah-olah berada dalam satu saluran yang sama.


Mengenal VLAN Trunk

VLAN Trunk atau trunking adalah konsep dimana sistem komunikasi dapat menyediakan akses jaringan untuk banyak klien dengan berbagi satu set garis (peraturan) atau frekuensi, bukan memberikannya secara individual


VLAN Mode

  • Disable, mode ini akan mengabaikan tabel VLan. Jadi trafik akan tetap dihandle baik ada VLan Tag maupun jika tidak mengandung VLan Tag.
  • Fallback (default), mirip dengan mode disable hanya perbedaannya pada mode fallback melakukan pengecekan terhadap tabel VLan. Jika trafik yang masuk dengan VLan Tag tetapi port-nya tidak ada atau tidak sesuai di VLan Tabel maka trafik tersebut tidak akan didrop.
  • Check, mode ini akan men-drop atau tidak meneruskan trafik dengan VLan Tag yang tidak ada di tabel VLan. Namun jika trafik yang masuk dengan VLan Tag tetapi port-nya tidak ada atau tidak sesuai di VLan Tabel maka trafik tersebut akan tetap dihandle.
  • Secure, mode ini akan men-drop apabila trafik yang masuk dengan VLan Tag namun port-nya tidak ada atau tidak sesuai di VLan Tabel. 

VLAN Header

  • leave-as-is : paket data tidak ada perubahan ketika keluar dari port
  • always-strip : akan menghilangkan VLan Header pada paket data
  • add-if-missing : akan menambahkan VLan Header pada paket data


Tujuan VLAN

VLAN di gunakan bertujuan untuk mengelompokan perangkat atau node jaringan yang berkomunikasi satu sama lain seolah olah mereka membentuk satu LAN. Kemudian VLAN dapat mengurangi insiden tabrakan pada sumber daya jaringan, atau bisa disebut dengan "Collision Domain".

Menambah Keamanan ( Fungsi VLAN dalam hal ini memiliki keamanan tersendiri yang dapat menjaga kerahasiaan pada network atau data pada perusahaan )

Efisiensi Biaya ( VLAN ini merupakan fasilitas dan fitur dari LAN yang bersifat virtual sehingga tidak perlu mempersiapkan kabel ataupun perangkat keras lainnya seperti router ataupun switch. )

Tidak Perlu Mengatur Ulang Jaringan Komputer ( Fungsi Vlan yaitu teman-teman dapat memindahkan komputer ke manapun Anda inginkan tanpa perlu mengatur ulang setingan LAN dari awal. Pada dasarnya komputer yang dipindahkan masih tetap terhubung ke jaringan VLAN. )

Peningkatan Kinerja yang Lebih Baik ( VLAN memiliki kinerja dengan membuat layer datar 2 jaringan menjadi beberapa grup kerja logis sehingga dapat mengurangi lalu lintas dari jaringan )

Monitoring Jaringan yang mudah ( Manfaat VLAN berikutnya yakni menyederhanakan proses administrasi. Semua konfigurasi dan koneksi komputer server memudahkan administrator dalam melakukan pengaturan dan kontrol terhadap jaringan yang jauh lebih aman )


Cara Kerja VLAN

Berikut ini merupakan Langkah Kerja pada Virtual Local Area Network :

Dalam suatu jaringan, VLAN membagi komputer menjadi beberapa jaringan yang lebih kecil. Beberapa komputer dihubungkan menjadi VLAN, di dalamnya mereka akan saling bertukar informasi secara bebas.

Virtual Local Area Network dalam jaringan diidentifikasi dengan nomor

Rentang yang valid adalah 1-4094. Pada saklar Virtual Local Area Network, anda menetapkan port dengan nomor Virtual Local Area Network yang tepat 

Saklar kemudian memungkinkan data yang perlu dikirim antara berbagai port yang memiliki Virtual Local Area Network yang sama 

Karena hampir semua jaringan lebih besar dari satu saklar, harus ada cara untuk mengirim lalu lintas antara dua saklar

Salah satu cara sederhana dan mudah untuk melakukannya adalah dengan menetapkan port pada setiap switch jaringan. Dengan Virtual Local Area Network dan menjalankan kabel antara keduanya.



Kesimpulan

VLAN merupakan suatu fitur yang sangat berguna untuk menghemat resource hardware di jaringan kita. Kita bisa melewatkan beberapa segmen jaringan di 1 interface fisik atau 1 kabel yang sama.




Sumber : https://www.awonapa.com/2022/06/materi-vlan-pada-jaringan-materi-aij.html



Internet Gateway dan NAT

 


Internet Gateway dan NAT (Pengertian, Fungsi dan cara kerjanya)


Gateway merupakan "simpul" jaringan yang menghubungkan dua jaringan berbeda yang menggunakan protokol yang berbeda juga untuk berkomunikasi. 

Dalam istilah yang paling mendasar, gateway adalah tempat data berhenti dalam perjalanan ke atau dari jaringan lain. Berkat gateway, kita dapat berkomunikasi dan mengirim data bolak-balik satu sama lain. Tapi ada satu lagi yang membantu proses komunikasi tersebut, yaitu NAT.



Pengertian Gateway
Gateway adalah pintu gerbang (gateway) sebuah packet data yang akan dikirim ke network lain, oleh perangkat gateway.

Peralatan gateway umumnya berupa router, karena fungsi utama router adalah merouting paket. Fungsi lainya, menghubungkan 2 atau lebih jaringan yang berbeda segmen.


Kapan dibutuhkan gateway?
Gateway dibutuhkan kalau kamu mau kirim paket data pada komputer atau host yang tidak 1 network.

Coba perhatikan gambar 1 dibawah.
Praktik konfigurasi Mikrotik internet gateway pada interface LAN dan WLAN (Hotspot)
Apakah topologi diatas butuh gateway?

Menurut kalian, koneksi jaringan diatas butuh gateway tidak? Ya betul, nggak butuh!

Gak butuh!
Karena koneksi kedua PC tersebut masih dalam 1 network (jaringan), yaitu 192.168.10.0/24


Coba perhatikan gambar dibawah.


Apakah topologi pada gambar ini membutuhkan gateway?

Sekarang gimana menurut kalian, koneksi jaringan diatas butuh gateway tidak? Ya betul, nggak butuh!

Info
SWITCH berfungsi meneruskan paket data broadcast ke seluruh port, karenanya semua port pada switch di anggap 1 network. Jadi gak butuh GATEWAY ya ges...

Kesimpulannya...
Kita butuh gateway ketika sebuah jaringan ternyata memiliki network yang berbeda. Contohnya gini...


Laptop dan PC ternyata di seting dengan alamat IP berbeda jaringan

Laptop dan PC adalah 2 komputer yang disetting berbeda jaringan. Laptop di Network 192.168.10.0/24 dan PC di Network 192.168.20.0/24. Nah mari kita analisa...

Gateway laptop
Untuk dapat mengirim paket data, misal melakukan PING ke PC, maka paket ICMP (ping) akan melewati interface eth1 pada router.

Interface eth1 pada router disetting dengan IP 192.168.10.2/24. Dari interface eth1, paket data akan dirouting (arahkan) ke interface eth2 router diteruskan ke PC.

Jadi GATEWAY dari Laptop adalah 192.168.10.2

Gateway PC
PC akan menerima paket data ICMP berupa Ping dari laptop, dari interface eth2 pada router.

Interface eth2 pada router disetting dengan IP 192.168.20.2/24. Setelah diterima, PC akan reply (menjawab) ke Laptop melalui interface eth2, dilanjutkan akan dirouting (arahkan) ke interface eth1 pada router diteruskan ke Laptop.

Jadi GATEWAY dari PC adalah 192.168.20.2



Pengertian NAT (Network Address Translation)
Berbicara gateway, router selain merouting network-network yang berbeda agar dapat saling berkomunikasi, dia juga bertugas melakukan Tranlasi.

Salah satu tugas router adalah NAT (Network Address Translation), yaitu mengubah informasi IP header agar IP private dapat mengakses internet dengan IP Public.

Fungsi NAT yang paling sering dipakai adalah sebagai Internet gateway. Jadi kombinasi antara gateway dan NAT akan menjadi Internet Gateway.


NAT dibutuhkan oleh IP private agar dapat mengakses IP public. NAT di konfigurasi melalui peralatan router


Catatan:
Mudahnya, NAT mengubah alamat IP lokal (komputer lokal) yang banyak, menjadi 1 alamat IP publik







Sumber : https://www.rsetiawan.com/2020/01/gateway-dan-nat-pengertian-dan-fungsi.html

Monday, August 8, 2022

Fungsi dan Manfaat VLAN

Fungsi Virtual Local Area Network (VLAN) pada jaringan komputer adalah untuk memberikan metode pada jaringan yang dapat membagi jaringan fisik menjadi beberapa domain siaran. Domain broadcast ini biasanya merupakan batas dari subnet IP. Setiap subnet mask mempunyai VLAN.

VLAN selain mempunyai fungsi dalam jaringan komputer, VLAN juga memiliki banyak manfaat di dalam dunia jaringan komputer. Berikut ini beberapa manfaat VLAN:



1. Keamanan

Kelompok yang mempunyai data sensitif dipisahkan dari sisa jaringan untuk mengurangi kemungkinan pelanggaran informasi atau data rahasia. VLAN dapat membatasi pengguna yang dapat mengakses suatu data atau informasi, sehingga VLAN bisa mengurangi kemungkinan terjadinya penyalahgunaan terhadapa hak akses.

2. Pengurangan biaya

Dalam jaringan yang menggunakan VLAN, Anda dapat membuat jaringan yang private walaupun Anda tidak sedang berada di dekat jaringan utama Anda. Hal tersebut tentunya dapat meminimalkan biaya yang dibutuhkan untuk menarik kabel LAN ke lokasi baru.

3. Kinerja yang lebih baik

VLAN mampu membagi layer datar 2 jaringan menjadi beberapa kelompok kerja logis (broadcast domain) untuk mengurangi lalu lintas yang tidak perlu pada jaringan dan membuat kinerja menjadi lebih meningkatkan.

4. Mengecilkan broadcast domain

VLAN dapat membagi jaringan sehingga dapat mengurangi jumlah perangkat dalam domain broadcast. Seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini, ada enam komputer di jaringan ini, tetapi ada tiga domain broadcast: Fakultas, Mahasiswa, dan Guest.

5. Peningkatan efisiensi staf TI

Setiap kali komputer akan berpindah tempat, biasanya komputer tersebut harus diatur ulang supaya dapat berkomunikasi dengan jaringan dimana komputer itu dipindahkan. Hal tersebut membuat komputer itu tidak bisa langsung digunakan setelah dipindahkan.

Nah, dengan menggunakan jaringan VLAN, Anda dapat meminimalkan atau bahkan menghapus langkah ini karena pada dasarnya komputer tersebut akan tetap berada di dalam jaringan yang sama. Sehingga dapat meningkatakan efisiendi dari kinerja staf TI

6. Proyek dan aplikasi manajemen sederhana

VLAN pengguna agregat dan perangkat jaringan agar mendukung bisnis ataupun persyaratan geografis. VLAN mempunyai fungsi yang terpisah sehingga membuat pengelolaan sebuah proyek atau bekerja dengan aplikasi khusus lebih mudah. Contoh aplikasi tersebut adalah platform pengembangan e-learning untuk universitas.

Contoh VLAN

contoh VLAN adalah

Ada beberapa tipe VLAN dalam mengkonfigurasinya. Berikut ini beberapa tipe VLAn tersebut:

a. Static VLAN – port switch dikonfigurasi secara manual.
SwUtama#config Terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CTRL/Z.
Sw02(config)#VLAN 10
Sw02(config-vlan)#name VLAN_Mahasiswa
Sw02(config-vlan)#exit
Sw02(config)#Interface fastEthernet 0/2
Sw02(config-if)#switchport mode access
Sw02(config-if)#switchport access VLAN 10

b. Dynamic VLAN
Mode ini digunakan secara luas di jaringan skala besar. Keanggotaan port Dynamic VLAN  dibuat dengan menggunakan server khusus yang disebut VLAN Membership Policy Server (VMPS). Dengan menggunakan VMPS, kita dapat menandai port switch dengan VLAN secara dinamis berdasar pada MAC Address sumber yang terhubung dengan port.

c. Voice VLAN – port dikonfigurasi dalam mode voice sehingga dapat mendukung IP phone  yang terhubung.
Sw02(config)#VLAN 120
Sw02(config-vlan)#name VLAN_Voice
Sw02(config-vlan)#exit
Sw02(config)#Interface fastEthernet 0/3
Sw02(config-if)#switchport voice VLAN 120